
Sampaikan Oleh : Sutoyo Abadi
Hidup adalah serangkaian perubahan alami. Jangan menolaknya, karena itu hanya menciptakan kesedihan. Biarkan kenyataan menjadi kenyataan dan biarkan segala sesuatu mengalir secara alami.” (Lao Tzu)
Saatnya mengakui kenyataan. Kegagalan tidak akan berubah menjadi keberhasilan hanya karena dibungkus pidato, propaganda dan pencitraan. Fakta kegagalan tidak akan tunduk pada narasi yang dipaksakan.
Mereka boleh terus mengklaim keberhasilan, tetapi energi fakta mampu membedakan hitam putih antara kegagalan dan keberhasilan yang nyata dan sekadar upaya menyelamatkan kekuasaan.
Semakin keras teriakan keberhasilan dikumandangkan untuk menutupi kenyataan, semakin jelas terlihat rapuhnya posisi yang ingin disembunyikan.
Sejarah selalu berpihak kepada kebenaran, bukan kepada kebohongan. Sebab keberhasilan sejati tidak lahir dari klaim, melainkan dari kenyataan yang tak dapat dipungkiri.
Kegagalan yang ditutupi kebohongan menciptakan keberhasilan semu, itu kondisi saat seseorang merasa atau terlihat sukses padahal dasarnya adalah kepalsuan. Hal ini berbahaya karena menipu diri sendiri akan menyiksa diri dan menghambat langkah kedepan.
Terimalah kenyataan, akui ada kegagalan tanpa rasa malu yang berlebihan. Dari situ akan bisa melihat letak kesalahan yang sebenarnya. Perbaiki langkah kedepan fokus lakukan kerja nyata untuk hasil yang , sebesar besarnya untuk rakyat.
Nikmatilah indahnya hidup berdamai dengan kenyataan. Terkadang kenyataan itu menyakitkan, tetapi tidak sesakit ilusi, anomali yang di ciptakan ketika kita tidak mau menerimanya.” — ( JmStorm )
-Atma_
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.