Oktober 10, 2026
Gambar ilustrasi

Disampaikan Oleh : Sutoyo Abadi  : 25/02/2026

Integrity dan intellectual honesty – jadi – intellectual frauds (kecurangan intelektual) merujuk pada tindakan tidak jujur, penipuan, atau manipulasi yang berkaitan negara hanya dikendalikan oleh Visi dan Misi tanpa esensi dan makna.

“Masih belum percaya akibat di hulu Pancasila dan UUD 45 asli telah di kodeta – di hilir seperti air bah menjelma tsunami dengan kekuatan sangat besar akan menghempaskan Indonesia”

Berulang – ulang terus terjadi, saat ini terjadi lagi di era Presiden Prabowo Subianto. Sebelum berkuasa Ia lantang mengumbar janji-janji  surga disetiap celah bicara dan pidato, penuh heroik dan percaya diri.

Rakyat terbiasa terbawa arus penuh harapan akan datang secercah sinar terang membawa keluar dari kegelapan, ketika seorang calon presiden di atas mimbar mengutuk yang culas mengecam yang tamak dan sumpah setia bersama rakyat yang lemah.

Rakyat terbawa rasa haru seraya berdoa untuk calon presidennya, diawal berkuasa menebar sumpah siap mati demi rakyat, bangsa dan negara.

Waktu terus berjalan ketika mulai menyeruak kabut hitam bergelayut pekat dari istana. Rakyat kembali terbelalak seraya bergumam kecil dari bathin dan keluar dari lisannya “kok jadi begini”

Baru akan masuk satu tahun lebih kekuasaannya,  semua tak terduga presiden mulai limbung, tidak jelas tutur katanya, tanpa beban ketika bicara, menutup mata atas penderitaan rakyatnya, ekspresi tanpa beban dan dosa.

Setelah menjadi raja dalam istana, mulai marah kalau dikritik, bergerak tanpa arah, pembelaan diri, merebak rekayasa pembenaran.

Kebijakan di tulis dan  disampaikan dengan emosi,  dihapus setiap pagi berganti – ganti melecehkan semua saran terbaik dari kaum bijak yang masih mengingatkan seorang presiden yang tidak pernah sejak kecilny merasakan hidup susah berselimut penderitaan.

Akhir – akhir terang benderang Presiden ternyata masih di balut beban modal sebagai presiden karena jasa dari para saudagar hitam oligarki

Semua kebijakan tetap sama dengan rezim sebelumnya penjual kedaulatan negara. Bahkan bertekuk lutut didepan negara adidaya, bahkan tega bersekutu dengan zionisme Israel yang terus membunuh rakyat Gaza.

Kiblat negara sesuai amanat para pendiri bangsa/negara hilang dari akal warasnya. Jangankan jeritan rakyat Tuhanpun seperti sudah tidak ditakuti lagi. Hilang akal sehatnya tersisa hanya gengsi, citra diri, pengakuan, penampilan dan gila pujian yang semua semu

Kekuasaan ini bukan untuk mainan, intellectual frauds benar terjadi ketika segalanya runtuh perlahan Ia tetap cuap – cuap “percayalah akan datang Indonesia emas”. Jangankan Indonesia emas negara ini akan jadi rongsokan besi tua yang Dia sendiri sudah meramalkan tahun 2030 akan bubar sesuai paradoksnya.

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca