Oktober 9, 2026

Semut Ibrahim Mediatama | Makasar, Sulawesi Selatan – Sejumlah mahasiswa dari Aliansi Kesatuan Rakyat Menggugat (Keramat) kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak kedatangan bekas Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Aliansi Keramat kembali aksi di Jl AP Pettarani tepat depan Hotel Claro yang merupakan lokasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kota Daeng. Tampak puluhan polisi juga telah berjaga di depan hotel beserta satu unit mobil water canon.

Puluhan mahasiswa turun ke jalan dan menegaskan Sulawesi Selatan menolak dijadikan “kandang gajah” kepentingan elite politik nasional.

Demonstrasi berlangsung di depan lokasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Kecamatan Tamalate, Makassar, Jumat (30/1/2026) sore.

Jokowi yang dijadwalkan menghadiri rakernas partai pimpinan putranya, Kaesang Pangarep, mendapat penolakan terbuka. Penolakan itu dari massa yang tergabung dalam Aliansi Kesatuan Rakyat Menggugat (Keramat).

Sambil berorasi, massa aksi membakar ban di badan jalan dan membentangkan spanduk bernada keras bertuliskan :“Sulsel Tidak Tunduk, Menolak Dijadikan Kandang Gajah, Adili Jokowi.”

Aksi tersebut sontak memicu kemacetan panjang di sepanjang Jalan AP Pettarani hingga ke pertigaan Jalan Sultan AlauddinAparat kepolisian tampak berjibaku mengurai kepadatan arus lalu lintas. Awalnya, unjuk rasa berjalan relatif kondusif. Namun ketegangan meningkat sekitar 15 menit setelah orasi berlangsung, ketika sejumlah kader PSI keluar dari area hotel dan mendekati massa aksi.

Situasi sempat diwarnai saling dorong antara pendemo dan kader PSI. Beruntung, aparat kepolisian bersama pengurus PSI lainnya sigap menenangkan keadaan.

“Ayo masuk saja, bro. Jangan ada yang di luar. Yang pakai kaos PSI masuk,” ujar Wakil Ketua Umum PSI Ronald Aristone Sinaga atau Bro Ron, saat menenangkan kadernya.

Selain menolak kedatangan Jokowi, massa aksi juga mendesak pencopotan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang turut hadir dalam Rakernas PSI.

Mereka menilai Menhut gagal menjaga hutan, sehingga memicu bencana banjir dan kerusakan lingkungan di sejumlah daerah.

“Bencana di Sumatera belum pulih, tapi hari ini kita justru diperlihatkan kehadiran Menteri Kehutanan di Sulsel,” teriak salah seorang orator.

Sehari sebelumnya, kelompok yang sama juga menggelar aksi di lokasi serupa dengan membentangkan spanduk bertuliskan : “Copot Menteri Kehutanan Karena Tidak Mampu Menjaga Hutan!!!”

Aksi unjuk rasa ini dijaga ketat aparat gabungan dari Ditsamapta Polda Sulsel, Polrestabes Makassar, dan Polsek Tamalate. Satu unit kendaraan taktis Sabhara water cannon turut disiagakan di sekitar akses masuk hotel.

Jenderal Lapangan aksi Keramat, Fahrul atau Rul, menegaskan aksi tersebut bukan untuk mengganggu jalannya Rakernas PSI, melainkan menyuarakan keresahan publik atas kehadiran pejabat negara di Sulsel.

“Yang kami persoalkan adalah kehadiran pejabat publik dengan berbagai persoalan yang belum tuntas di negeri ini,” kata Rul.

Aliansi Keramat pun menyatakan akan kembali menggelar aksi lanjutan jika Jokowi tetap hadir di Makassar. “Jika besok Jokowi datang, kami dengan tegas akan kembali turun ke jalan untuk menolak,” katanya.

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca