
Disampaikan Oleh : Sutoyo Abadi : 30.02.2026
“Astaga” sebagai partikel cakapan yang berarti “astagfirullah”, kekuatan gendam apa yang menutup kedunguan penguasa Bangsa ini sehingga Indonesia tetap dalam kegelapan.
Tetap tidak sadar, Indonesia sedang dijajah. Agenda Persatuan Komunis Chung Kuo Internasional Pusat RRC (pelaksana Oligarki hitam) kuasai Indonesia sangat rapi terencana dan terstruktur dengan tahapan dan capaian yang terukur.
Indonesia masuk perangkap RRC dengan 23 Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding–Mou) telah diteken setelah pembukaan KTT Belt and Road Initiative (BRI) Forum Kedua di Beijing, Jumat (26/4 /2019 ).
Tragis, sadis dan ironis, prosesnya sejak memerankan Presiden Jokowi sebagai boneka dan operator RRC menggilas Nusantara berjalan mulus. Riak dan percikan hambatan yang muncul sangat kecil. Awal kejadian belum lama tapi sudah dilupakan.
Untuk mempercepat dan memperlacar tidak perlu tangan besi dengan kekuatan militer. Cukuplah dengan ternak penguasa dari pusat sampai lapisan kekuasaan terbawah, semuanya limbung dan linglung.
Amunisi mematikan tidak perlu menggunakan kekuatan besar dan beresiko, cukuplah dengan membagikan sedikit sisa atau remah remah dari jarahan Sumber Daya Alam di jadikan angpao sebagai makanan harian ternaknya yang sudah patuh dan jinak.
Semua terlelap tidur nyenyak, ketika dampak dari MOU yang sesungguhnya murni Agenda Persatuan Komunis Chung Kuo Internasional Pusat RRC untuk menjajah Nusantara. Indonesia benar benar berantakan.
Masuk ke jantung negara bukan hanya pada sasaran Politik dan Ekonomi, Persatuan Komunis Chung Kuo Internasional Pusat RRC ikut menyergap dan menguasai Ipoleksosbudhankam dalam kendalinya.
Setelah berhasil melumpuhkan dan menguasai kekuasaan lembaga Kepresidenan, lembaga perwakilan rakyat (MPR/DPR) dan Lembaga Peradilan, ternyata nyasar kekuatan rakyat juga di lumpuhkan.
Rakyat diadu domba, disesatkan melalui media, setiap hari bertarung sibuk luar biasa dengan pengalihan isu di media, perdetik isu berubah – ubah.
Kekuasaan politik pemerintah, Executive dan Yudikatif sudah dalam genggaman Kekuatan Chung Kuo Internasional Pusat RRC dengan operator dan boneka penguasa, kolaborasi dengan Taipan Etnis Cina total sudah menguasai Nusantara.
Harapan Presiden Prabowo Subianto, bisa membawa angin segar, rekam jejak sebagai penerus Jokowi, keadaan belum berubah, bahkan muncul isu baru sebagai antek asing.
Astaga begitu leluasa Persatuan Komunis Chung Kuo Internasional Pusat RRC Kuasai Nusantara – penguasa dan kita tetap limbung, tuli dan dan buta.
-Atma_
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.