
Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H.
Advokat, Koordinator Non Litigasi Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi & Aktivis
Parameternya adalah lamanya kasus ini bergulir, sudah 4 tahun lebih. Menurutnya, mustahil tak ada orang besar dan agenda politik mendowngrade dirinya, karena isu bertahan begitu lama.
Partai Demokrat yang selama ini menjadi pihak tertuduh, telah berulangkali membantah terlibat. Terakhir, Sekjen Partai Demokrat, Herman Khaeron, meminta media menanyakan langsung pada Jokowi soal tuduhan itu (11/12). Bagi partainya, tak ada urusan dengan kasus ijazah palsu Jokowi.
Dalam kasus ijazah palsu, Jokowi begitu rajin mengulang-ulang ‘mantra sihir’ yang berbunyi “siapa yang menuduh, dia harus membuktikan”. Kini, publik menggunakan logika yang sama, mendesak Jokowi untuk membuktikan tuduhan adanya orang besar dan agenda politik dalam kasus ijazah palsu.
Roy Suryo dan Rismon Sianipar, telah membuktikan tuduhan ijazah Jokowi palsu. Buku ‘Jokowi’s White Paper’, telah begitu gamblang dan terperinci memberikan dasar, bukti dan argumentasi kesimpulan ijazah Jokowi palsu.
Publik pun, meyakini ijazah Jokowi palsu. Sederhana saja parameternya, mengutip pernyataan akademisi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof. Ciek Julyati Hisyam yang meyakini dan menyatakan di muka publik bahwa ijazah S1 Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah palsu.
Alasannya sederhana, kalau ada dan asli pasti berani menunjukan kepada publik. Namun Jokowi, tak berani menunjukan kepada publik dengan alasan hanya akan menunjukan di forum pengadilan.
Tapi faktanya, untuk framing opini ijazah itu ditunjukan pada pengacaranya dan media secara terbatas. Tindakan ini, sebenarnya konfirmasi kedustaan Jokowi.
Kembali ke soal tuduhan ada orang besar dan agenda politik besar dibalik kasus ijazah palsu Jokowi. Karena Jokowi yang menuduh, maka Jokowi yang harus membuktikan.
Jangan hanya meminta Ros Suryo cs membuktikan tuduhan (padahal sudah dibuktikan), namun dirinya sendiri cuma mengumbar tuduhan tanpa bukti. Itu namanya ‘buruk muka cermin dibelah’.
Akan tetapi, karena Jokowi terkenal pembohong. Maka dapat dipastikan, hingga kiamat kurang seminggu Jokowi tidak akan pernah membuktikan tuduhannya.
-Atma_
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.