
Seonggok bara membuncah,
Gapai titik api yang mulai beku.
Menyeringai retak, pecah
Bagai cermin dihantam peluru
Aku…..,
Hanya secuil harap dari sisa waktu
Menyayati sembilu berpilu-pilu
Meranggas, terhempas dan mengabu
Waktu telah menikamku bertalu-talu
Lidah api kini menari-nari,
Menusuk ruang dari segala dimensi
Bagai belati meliuk penuh birahi
Menggores asa dari dua sisi
Bara biru beku,
Belati legam lebam,
Meremas kata dan nada,
Ada.
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.