
Kasihan bangsa
Yang mengenakan pakaian yang tidak ditenunnya, memakan roti dari gandum yang tidak ia panen, dan meminum susu yang ia tidak memerasnya.
Kasihan bangsa
yang menjadikan orang dungu sebagai pahlawan, dan menganggap penindasan penjajah sebagai hadiah.
Kasihan bangsa
yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya ketika tidur, sementara menyerah padanya ketika bangun.
Kasihan bangsa
Yang tidak pernah angkat suara, kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan, tidak sesumbar kecuali di reruntuhan, dan tidak memberontak kecuali ketika lehernya sudah berada di antara pedang dan landasan.
Kasihan bangsa
Yang negarawannya serigala, filosofnya gentong nasi, dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru.
Kasihan bangsa
Yang menyambut penguasa barunya dengan terompet kehormatan, namun melepasnya dengan cacian, hanya untuk menyambut penguasa baru lain dengan terompet lagi.
Kasihan bangsa
Yang orang sucinya dungu menghitung tahun-tahun berlalu, dan orang kuatnya masih dalam gendongan.
Kasihan bangsa
Yang terpecah-pecah, dan masing-masing pecahan menganggap dirinya sebagai bangsa.
Kasihan bangsa
Alamnya yang indah, sawahnya hijau sepanjang masa tapi banyak penjahat dan orang bodoh dijadikan pemimpin negara.
Kasihan bangsa
Hasil laut, tambang dan hutannya seperti sorga di dunia, Tapi banyak rakyatnya menderita, Karena kejujuran dan keadilah telah sirna.
Kasihan bangsa
Tempat-tempat ibadahnya penuh Puja dan puji selalu menggema, Tapi para pencuri tertawa-tawa Karena mereka bebas semaunya.
Puisi Khalil Gibran / Red Team Semut ibrahim News / Kabar Jabar / Forum Konsolidasi / Komite Kemanusiaan. Keprihatinan Terhadap Kondisi Bangsa Yang Dikuasai Oleh Kebodohan Dan Memilih Orang Bodoh Menjadi Pahlawan.
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.