
Guruh berlabuh,
Menjelang subuh,
Gempita tanpa suara,
Mengusik batu menjadi bara.
Hiruk-pikuk sepoi angin,
Diam, berhenti bergerak, dingin.
Sepotong petir bertanya padamu; “takkah kau ingin?!”
Kuncup bara membeku dikulum angin
Berlari kau!
Marah kau!
Meregang rangkap.
Harga diri kau injak bertingkap
Amarah kau beku tak tersingkap
Lelah letih kau menderu,
Tulang sumsum kau membatu,
Kau mati kutu…!
Dalam catatan masa lalu.
Dulu, ya…., kala dahulu…
Ketika reformasi itu
Kita sepakat untuk maju!
Lalu kau bawa kolegamu, benalu berdasi kupu-kupu
Kau Indonesiaku…,
Dirumah keong itu.
Menyerahkan nasibmu.
Dirampok kau pasrah
Ditikam kau diam!!
Diperkosa kau malah tersenyum manja.
Ah…,
Kau Indonesiaku,
Ayolah!!!
Unggah harga dirimu!
Hempaskan benalu itu!!!
Kau akan terus menua Indonesiaku,
Indonesiaku
Sajak Oleh Sang Langit
Baca juga bahayanya gerakan LGBT yang di ulas tuntas dalam “LGBT, Organized Crime”
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.