Oktober 10, 2026
Ilustrasi gambar kepalan tangan berdarah

Guruh berlabuh,

Menjelang subuh,

Gempita tanpa suara,

Mengusik batu menjadi bara.

Hiruk-pikuk sepoi angin,

Diam, berhenti bergerak, dingin.

Sepotong petir bertanya padamu; “takkah kau ingin?!”

Kuncup bara membeku dikulum angin

Berlari kau!

Marah kau!

Meregang rangkap.

Harga diri kau injak bertingkap

Amarah kau beku tak tersingkap

Lelah letih kau menderu,

Tulang sumsum kau membatu,

Kau mati kutu…!

Dalam catatan masa lalu.

Dulu, ya…., kala dahulu…

Ketika reformasi itu

Kita sepakat untuk maju!

Lalu kau bawa kolegamu, benalu berdasi kupu-kupu

Kau Indonesiaku…,

Dirumah keong itu.

Menyerahkan nasibmu.

Dirampok kau pasrah

Ditikam kau diam!!

Diperkosa kau malah tersenyum manja.

Ah…,

Kau Indonesiaku,

Ayolah!!!

Unggah harga dirimu!

Hempaskan benalu itu!!!

Kau akan terus menua Indonesiaku,

Indonesiaku


Sajak Oleh Sang Langit


Baca juga bahayanya gerakan LGBT yang di ulas tuntas dalam “LGBT, Organized Crime”


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca