Oktober 10, 2026
Foto Pusara-pusara

Memasuki tamanmu,

Aroma kamboja menyeretku ke pelataran rindu,

Dan sedih yang saling menindih,

Lemas persendianku, deras airmataku menganak sungai,

Sesampai di pusaramu, kujinakkan debar deru,

Sayap angan terbang menembus pekat bayang,

Memasuki alammu, tempat istirahat waktu,

Kau tidur panjang di pangkuan Maha Penyayang,

Tetaplah berseri-seri wajah mimpi,

Walau aku tiba tanpa membawa bunga,

Sebagai ganti kubawakan cinta dan doa-doa,

Sebagai pelita dengan ridho-Nya.

Pelangi kenang tetap indah membentang.

Kaulah wanita serupa bidadari.

Memberi kasih sayang tanpa keluh melayang.

Hanya dengan mengunjungimu dapat kuredakan hujan rindu.

Izinkanlah aku kembali mengikuti angin yang belum selesai.

Bersama cinta dan doa-doa.


Goresan Pena Gyo Madaskar Kontributor Semut Ibrahim Bandar Lampung


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

3 thoughts on “PUSARA”

  1. Itu puisi aku tulis di depan makam ibunda tersayang di Belitang di saat aku ziarah sendirian. Lebih dari 2 jam aku serasa tidak bisa beranjak pulang… setelah aku menulis puisi ini baru terasa plong ……lalu pulang

  2. Sangat menyentuh..Alfatihah untuk orangtua kita yang sudh meninggalkan kita semoga mereka mendpat tempat terindh di sisi_ Nya
    Aamiin yra..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca