Oktober 10, 2026
surat cinta untuk bahlil
Bahlil, foto oleh Dendi Budiman

semutibrahim.com | Jakarta –Bahlil Lahadalia, S.E, lahir di Maluku pada tanggal 7 Agustus 1976 adalah pengusaha Indonesia yang menjabat Menteri Investasi Indonesia merangkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal di Kabinet Indonesia Maju Jilid II. Bahlil dilantik menjadi Menteri Investasi Indonesia pada 28 April 2021.

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia adalah Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2015–2019. Bahlil juga memiliki 10 perusahaan di berbagai bidang di bawah bendera PT Rifa Capital sebagai holding company.

Alumni GOLKAR

Dibidang politik, ia pernah menjadi anggota dari Partai Golongan Karya, tetapi telah dinyatakan berhenti pada tahun 2009.

Selama PILPRES 2019, Bahlil mendukung Joko Widodo – Ma’ruf Amin dengan posisinya sebagai Direktur Direktorat Penggalang Pemilih Muda, tak berhenti disitu, Bahlil juga sebagai Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Berkarya. Atas kiprahnya tersebut, pada Oktober 2019 ia diangkat menjadi kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Ia dilantik sebagai menteri investasi pertama Indonesia pada 28 April 2021, setelah pembentukan Kementerian Investasi.

Pada konflik Rempang, Bahlil berperan dominan, karena ia yang menandatangani Perjanjian kerja sama dengan Xinyi Glass pada Jumat (28/07/2023).

“Kita hari ini melakukan penandatanganan MoU sekaligus perjanjian kerjasama dalam rangka membangun ekosistem hilirisasi di Rempang, Kawasan Batam,” jelas Bahlil dalam keterangannya sebagaimana dikutip dari setkab.go.id, Sabtu (29/7/2023).


Kemelut Rempang

Kemelut Rempang yang menguras perhatian publik, duka dan derita masyarakat Melayu Rempang karena di rampas hak-haknya memanggil solidaritas sesama anak negeri, bahkan Ustadz Abdul Shomad pun bersuara lantang menolak pendudukan rempang dengan dalih investasi.

Ilustrasi konflik Rempang oleh kartunis Gatot Kasongan

Dendi Budiman, seorang Kader HMI merasa prihatin atas pelanggaran HAM di Rempang yang menimpa masyarakat Melayu tempatan. Ia mengunggah kekecewaannya terhadap Bahlil, dengan menyapanya sebagai kakanda, Dendi bersurat terbuka kepada Bahlil. Berikut isi surat terbuka tersebut:

Surat Terbuka Untuk Bahlil

Kanda Bahlil yang mulia, sampai hari Selasa malam, kasus rempang belum jua usai. Motif investasi untuk tambahan dana APBN menurut sebagian pihak dinilai Hoax.

Kanda Bahlil,sebagai alumni Mahasiswa tentu anda paham dan mengerti situasi kebathinan warga Rempang. Penggusuran di Tanah Melayu menyulut emosi seluruh rakyat Indobesia.

Bersama Fisip UI dan aktivis mahasiswa dan pemuda, kita akan melakukan aksi protes dan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut dan menggugat apa yang terjadi di Rempang.

Dalam surat terbuka ini, kita ingin sampaikan beberapa hal yang janggal. Salah satu temuan kita, salah satu perusahaan yang akan investasi di pulau itu adalah XINYI GLASS yang melantai di Bursa Hongkong. Pertanyaannya masuk akalkah uang sebesar 11,5 M Dolar dimiliki perusahaan Hongkong?

Anehnya lagi mengapa perusahaan itu memilih pulau Rempang yang masih GREENFILED  harus membangun dari NOL.

Lalu kalo kita baca Consolidated Funancial Statement Xinyi Galss Holding Limited di Anual reportnya 2022 ternyata pabriknya tak sebesar apa yang diomongin sama pemerintah kita. Nilai propertinya hanya sebesar 2,2 M dolar. Sementara 68% jualannya justru di Tiongkok bukan pasar dunia. Kok ANEH yah?!

Kanda Bahlil barangkali musti chek and rechek lagi. Nilai investasinya mungkin bukan Rp. 170 T, tapi Rp. 170 M.

Kanda Bahlil, kita curiga angka-angka yang disebutkan oleh pemerintah hanya pemanis saja, dalam kenyatannya tidak sebesar dan semanis itu.

Kedua, soal pemindahan 16 kampung tua dari Rempang ke Galang. Mengapa mereka harus pindah dan mengosongkan pulau itu. Sementara akses mereka dari Galang menuju Batam sudah pasti melalui Rempang. Aneh bukan?

Mengapa tidak membangun bersama, tanpa mengusir penduduk asli.

Kanda Bahlil, jangan gadaikan idealisme anda ketika jadi mahasiswa hanya karena kekuasaan. Kita akan datang, menagih dan mengingatkan anda bahwa kebijakan anda dan pemerintah haruslah dikoreksi.

Sampai jumpa di Medan Merdeka tanggal 23 Kanda.

YAKUZA

Dendi Budiman


Baca juga “Di Rempang, Konstitusi dan HAM di Cabuli”

Baca juga “Investasi di Teken Jokowi, Bara di Rempang Menjadi Api”


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca