Oktober 10, 2026
Foto : James Riyadi dan Aguan

— Sutoyo Abadi : 22.09.2025

Prabowo saat bertemu dengan pimpinan MPR RI  menyampaikan pesannya untuk para pimpinan MPR., agar  tetap satu tujuan yakni mementingkan kepentingan rakyat, dan jangan menjadi oligarkis, disampaikan dikediamannya, Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2019).

Sayang saat sudah di singgasana sebagai Presiden, kalimat itu, tidak pernah disampaikan kepada Jokowi.

Bahan dalam rekam jejak digitalnya tersimpan rapi, saat itu ada tiga pesan Jokowi kepada Prabowo (terkesan seperti ancaman) pada tanggal 13 Oktober 2024 dikediaman Jokowi di Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo menjelang pembentukan kabinet Merah Putih, antara lain :

Pertama : Jokowi menitipkan nama orangnya untuk masuk Kabinet Merah Putih.

Kedua : Jokowi meminta Prabowo untuk tidak mengubah atau mengganggu program oligarki yang telah mendapatkan persetujuan Xi Jinping (RRC).

Ketiga : Bernada mengancam apabila point 1 dan 2 diganggu, maka oligarki akan menggangu dan atau akan merusak  ekonomi negara.

Jokowi selama jadi Presiden telah membuka pintu kepada Oligarki untuk ikut mengelola dan mengendalikan negara. Bahan parlementer total dalam kendalinya.Oligarki benar benar telah menguasai Indonesia, rasanya tidak salah dengar, pada saat pertemuan dengan perwakilan masyarakat Banten. “Aguan, berkata : Mulut saya adalah Undang-Undang”, karena semua UU dan peraturan milik Taipan Oligarki. Presiden Jokowi (saat itu) hanya boneka atau satgas Oligarki.

Juga tidak salah baca, James Riyadi dalam tajuk tulisan “Eksistensi Rakyat China di Indonesia akan mengeliminasi pribumi Indonesia dalam kurun 10 tahun mendatang”.

Rentetan perkembangannya munculah pernyataan Prabowo di depan Xi Jinping :

– Saya mendukung yang lebih dekat dan lebih berkualitas antara China dan Indonesia;

– Pencapaian beliau (Jokowi) akan jadi pedoman program saya;

– Saya akan melanjutkan kebijakan Presiden Joko Widodo dan juga pencapaian pemimpin China;

– Saya kagum dengan sejarah bangsa China.

Xi Jinping dua kali menyebut Prabowo sebagai Elected President Jokowi, saat kunjungan pertama ke China, 31 Maret – 2 April 2024 dan kunjungan ke kedua 8-10 November 2024.

Keadaan semakin rumit ternyata AS dan RRC secara kompak menerapkan Ideologi Freemasonry (penggabungan kekuatan Kapitalis dan Komunis) dengan sandiwara seakan-akan AS kontra China padahal masih  satu tujuan juga untuk “menguasai” Indonesia.

Bahkan AS sebelumnya lebih agresif dan progresif, telah mampu memarginalkan Pancasila dan mengganti UUD 45, dengan UUD palsu (2002).

Pertolongan pertama agar Presiden Prabowo  bisa keluar dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) baik dari Maklumat Yogyakarta, FNN TNI, dan aspirasi dari berbagai aktifis, agar negara segera kembali pada Pancasila dan UUD 45 (asli), Presiden masih termangu – mangu di simpang jalan.

Waktu terus berlalu, negara dipertaruhkan berjalan tanpa arah, Indonesia akan selamat atau akan hancur, Prabowo Subianto akan jadi pahlawan atau penghianat negara, sejarah akan merekamnya.

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca