Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H.
Advokat, Koordinator Non Litigasi Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi dan Aktivis

Semalam (kamis, 25/7), anggota Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi dan Aktivis, Ibu Kurnia Tri Royani, S.H., kami utus untuk mewakili tim, mendampingi Klien kami Bapak Roy Suryo, dalam acara debat Interupsi di Inews TV. Srikandi advokat berdarah Sumatera ini, sering kami andalkan dalam berbagai kegiatan advokasi, baik yang bersifat litigasi (sidang) maupun non litigasi (diluar Sidang).
Lawan debatnya, Saudara Lechumanan dan Silvester Matutina. Lechumanan dari PERADI BERSATU, sedangkan Silvester Matutina adalah Die Hard Jokowi, dengan Ormas Solidaritas Merah Putihnya.
Dalam sebuah diskusi daring, Lechumanan pernah satu forum dengan penulis. Seperti Ade Darmawan Sekjen PERADI BERSATU, Lechumanan ini pernah terdiam saat penulis persoalkan membuat laporan atas nama pribadi, tapi di media gambar gembor mengatasnamakan PERADI BERSATU.
Bahkan, sebagai Anggota PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia) penulis merasa tersinggung dengan penggunaan, nama PERADI dimasukan dalam pusaran konflik ijazah palsu Jokowi.
Lucunya, melaporkan kasus Kabar Bohong (Pasal 28 ayat 3 UU ITE), tapi mereka sendiri berbohong. Mengatasnamakan PERADI BERSATU, melaporkan Roy Suryo dkk, padahal tidak ada satupun LP yang diproses oleh Polda atas nama pelapor PERADI BERSATU.
Semalam, dengan bodohnya Lechumanan menyatakan melaporkan Roy Suryo dkk, motifnya ingin memenjarakan Roy Suryo dkk. Ini jelas, ada Mens Rea (niat jahat). Niatnya, MEMENJARAKAN anak Bangsa. Bukan ingin menegakkan kebenaran dan keadilan.
Akan tetapi, Alhamdulillah. Srikandi advokat kita, Ibu Kurnia Tri Royani, begitu cekatan, menyampaikan pandangan yang penuh argumetasi, terkadang juga dengan nada retoris. Gabungan dari kecerdasan, keberanian, ketegasan dan karakter Advokat yang berkelas.
Sementara itu, Lechumanan pamer ironi. Menjadikan hukum hanya untuk sarana menzalimi orang lain. Bertentangan dengan klaim Saudara JOKO WIDODO, yang katanya tidak berniat melaporkan untuk tujuan MEMENJARAKAN.
Hanya saja, melihat penampilan Silvester Matutina, Frederick Damanik, Andi Azwan dkk, rasanya klaim Jokowi hanya ingin mengembalikan wibawa dan kehormatan hanya klise semata. Karena para pendukungnya justru paradoks, menyebarkan ancaman penjara pada anak bangsa yang sedang berusaha mengungkap kebenaran.
Tapi santai saja, tim advokasi kami terdiri dari para advokat tangguh. Ga bisa ditekan atau diancam. Kami, full mengawal kasus ini. Mohon doa dan dukungannya.
Nb. Ingin lengkapnya, silahkan tonton di YouTube Inews.
-Atma_
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.