
Jokowi merupakan biang kerok utama kehancuran negara, banyak kekayaan alam diberikan cuma-cuma pada para Oligark.
Disampaikan Oleh: Saiful Huda Ems
Presiden Prabowo Subianto tidak akan selamat dari badai Revolusi Sosial, apabila Presiden Prabowo Subianto tidak berani secepatnya menyingkirkan semua orang-orang titipan Jokowi di kabinetnya. Nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar sudah semakin anjlok dan hari ini sudah di angka Rp. 18 ribu lebih. IHSG, Bursa Saham baru dibuka hari ini langsung anjlok di 1,60 persen, PHK buruh sudah terjadi dimana-mana, begal, maling, rampok sudah terjadi di mana-mana.
Rakyat hidupnya semakin sengsara, harga-harga barang dan kebutuhan hidup masyarakat semakin naik dan tak terbeli. Koruptor mulai menekan koruptor-koruptor lainnya untuk rebutan jarahan, negara rugi dan terancam hancur perekonomiannya. Pajak semakin membumbung tinggi, pinjaman online meningkat pesat, banyak orang termasuk aparatnya terpapar Narkoba, maka tiada jalan lain bagi Presiden Prabowo Subianto kecuali harus mulai bertindak jujur dan tegas meraih simpati dan kepercayaan rakyat!.
Jokowi merupakan biang kerok utama kehancuran negara, banyak kekayaan alam diberikan cuma-cuma pada para Oligark. Prabowo Subianto semenjak menjadi Menhan hingga menjadi Presiden selalu menuruti apa kata Jokowi, bahkan kadang Presiden Prabowo Subianto malah seringkali bertindak berlebihan, seperti menghambur-hamburkan keuangan negara dan mengangkat keluarga serta konco-konconya, untuk menduduki jabatan-jabatan strategis pemerintahan/negara.
Memutuskan hubungan dengan Jokowi dan mengenyahkan semua orang-orang titipan Jokowi di pemerintahannya, serta mencopot para pejabat negara yang tidak kompeten sebagai hasil bagi-bagi kue kekuasaan dengan keluarga dan konco-konconya, adalah suatu keharusan, keniscayaan, jika Presiden Prabowo Subianto ingin selamat dari badai Revolusi Sosial yang bisa datang kapanpun tanpa diduga! Hukum alam tak kan pernah berubah, dari zaman semesta diciptakan hingga zaman Jokowi dan Prabowo memanage negara secara ugal-ugalan! Sapere aude!
4 Juni 2026.
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.