Oktober 9, 2026
Gambar ilustrasi

Kokoh Dalam Menyangga Dan Mempertahankan Kedaulatan Negaranya (4)
Disampaikan Oleh : Sutoyo Abadi, 07/05/2026

Iran bukan hanya karena sistem keuangannya yang tidak mau tunduk pada dominasi global perbankan “ribawi” Rothschild, potensi alam dan posisi geografis Iran juga sangat signifikan.

Iran pemilik cadangan minyak terbesar ketiga di dunia. Kacaunya lagi, Iran menjadi suplier minyak utama untuk Cina, rivalnya Amerika. Maka, menguasai Iran mirip-mirip dengan menguasai minyak dunia. Sekaligus memotong mata rantai pasok terhadap Cina.

Iran juga mengontrol Selat Hormus. Sebesar 20% minyak dunia keluar dari celah ini. Mengontrol Selat Hormus, berarti mengontrol energi dunia. Iran punya power untuk mengendalikan dunia. Kalau selat ini ditutup, dunia kolaps. Harga minyak dunia melonjak seketika. Bisa terjadi kerusuhan dimana-mana, karena harga logistik dan biaya produksi meroket. Elit global, jaringan zionisme Rothschild, tidak senang dengan kenyataan ini.

Kepemimpinan Ayatullah harus ditumbangkan. Alasan harus dicari. Alasan yang tepat adalah sesuatu yang bisa membuat dunia takut dengan Iran: Nuklir.

“Iran sedang memproduksi bom nuklir yang bisa menjangkau Eropa dan Amerika”. Pidato ini terus diulang. Iran berulang kali membantah. Mereka tidak berniat memiliki senjata semacam itu. Iran memang terus melakukan pengayaan uranium. Tapi untuk tujuan damai, untuk kebutuhan industri nasional. Netanyahu sebagai gembalaan Rothschild semakin tidak senang dengan kemajuan dan pencapaian Iran.

Masih ingat, sebelum Perang Irak (2003-2011), Netanyahu memperingatkan dunia bahwa Saddam Husein punya senjata pemusnah massal. Dia bersumpah di depan Kongres Amerika. Dia berorasi. Dia memberi pesan urgen untuk segera menginvasi Irak.

Alhasil. Tidak ada senjata pemusnah massal yang ditemukan. Irak hancur. Jutaan mati. Tentara Amerika tewas untuk Israel. Tentara Amerika mati untuk elit zionis Rothschild.

Sebenarnya, penyerangan terhadap Iran juga memiliki motif yang sama. Hanya Irak termasuk negara yang berada di luar orbit sistem keuangan yang dikontrol Rothschild.

Pada tahun 2000, tersisa 9 negara yang tidak satu kerangka dengan perbankan central Rothschild: Iran, Irak, Kuba, Syiria, Libya, Sudan, Venezuela, Afghanistan, dan Korea Utara.

Anda bisa lihat, sebagian negara yang menolak ikut sistem bank sentral Rothschild adalah negara-negara Islam. Termasuk Afghanistan dan Irak. Ini harus diselesaikan. Maka diciptakan imej global yang menakutkan, bahwa Islam adalah teroris.

Presiden Prabowo belajarlah dengan Iran dalam menyangga atau mempertahankan kedaulatan negaranya. Celakanya justru ikutan menjual kedaulatan negaranya kepada Amerika dan Zionis Israel

Selama ini Sumber Daya Alam kita bebas di jarah dalam genggaman kekuatan asing terutama Cina dengan Oligarki sebagai eksekutornya (bersambung).

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca