Oktober 10, 2026
Rothschild dipercaya selalu ada dibalik setiap perang. Jarang dibicarakan karena perannya selama ini tersembunyi
Gambar ilustrasi

Disampaikan Oleh : Sutoyo Abadi : 04/05/2026

Dalam sejarah perang dimuka bumi ini dinasti Rothschild dipercaya selalu ada dibalik setiap ada perang. Jarang dibicarakan karena perannya selama ini tersembunyi. Saat ini mereka sudah mulai muncul ke permukaan.

Dalam beberapa tweet terbarunya di Platform X, Nat Rothschild yang tampil sebagai “juru bicara”, kembali memotivasi dunia untuk mengobarkan perang : Dalam “History is written by the winners #IranRevolution2026 (28/2/2026). Sebuah pesan, bahwa sejarah ditulis oleh para pemenang perang.

Amerika selama ini selalu tampil sebagai pemenang, dengan kejam dan brutalnya selalu menarasikan itu semua sebagai demokratisasi dan pembebasan. Beberapa tweet provokatif Rothschild lainnya : “Where are the Iranian submarines?” #IranWar (2/3/2026). Lainnya, “If regime change is the objective, has anyone actually thought through what happen next?” #Iran (2/3/2026). Semua tweet ini membawa satu pesan : “Ayo terus berperang”.

Amerika adalah dinasti Rothschild menginginkan dunia selalu dalam keadaan perang. Bahkan mereka selalu ada dibelakang sejumlah negara yang diciptakan untuk berperang. Kemarin Venezuela. Sekarang Iran. Keduanya masih pada tahun yang sama, 2026.

Rothschild butuh perang sebagai urat nadi kehidupan. Mereka menghasilkan triliun dolar dari perang. Mereka membiayai penghancuran. Sekaligus mendanai kembali pembangunan.

Gaza mereka yang danai untuk dihancurkan. Mereka juga yang kemudian lewat Proposal Trump ingin dibangun ulang untuk menjadi resort wisata yang menghasilkan uang. Bukan untuk warga Gaza. Tapi untuk pundi-pundi mereka. Warga Gaza akan direlokasi entah ke negara mana. Mereka mencari uang dari “conflict creation”. Dan juga dari “peace and reconstruction”. Uang bisa diperoleh dari penguasaan kontrak sumberdaya alam di daerah yang telah mereka tundukkan.

Dinasti ini pula yang menciptakan Israel. Baron James de Rothschild (1845-1934) merintis koloni Yahudi pertama di Palestina. Lalu Lionel Walter Rothschild (1868-1937) menggagas Deklarasi Balfour bersama Inggris untuk pengambil alihan Palestina. Dengan memanfaatkan ideologi “tanah yang dijanjikan”, mereka melakukan aneksasi tanpa henti. Tujuannya, mendukung ekspansi zionis di dunia Arab secara berkelanjutan.

Mereka mengontrol Amerika lewat lembaga lobi seperti AIPAC untuk meneguhkan agenda “Israel First”. Semua politisi Amerika dibiayai untuk menjaga eksistensi negara proksi mereka di wilayah Timteng yang kaya sumberdaya Karena itulah pemimpin revolusi Iran, Imam Khumeini, menyebut Israel sebagai “kanker” di tengah dunia Arab.

Lalu, kenapa sekarang Iran yang harus di tundukkan setelah merasa berhasil menangkap Presiden Venezuela. Indonesia belajarlah dari Iran, jangan sombong merasa lebih dan meremehkan Iran. Iran akan lahir sebagai “Super Power” di Timur Tengah, salah kelola Indonesia akan menjadi Juru Kunci di Asia Tenggara. (bersambung).

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca