
Disampaikan Oleh : Sutoyo Abadi, 02/05/2026.
Seorang Presiden yang mengidap Narcissistic Personality Disorder (NPD) memiliki ciri dan tanda-tanda personal pola pikiran dan perilaku yang ditandai rasa penting diri berlebihan, butuh pujian terus-menerus, kurang empati, merasa istimewa/berhak, mudah iri, manipulatif, dan sangat sensitif terhadap kritik, seringkali di balik topeng kepercayaan diri tinggi.
Rakyat Indonesia mestinya sadar dan waspada jangan sampai terjerembab yang kedua kalinya paska di bawa Presiden boneka dan akan dilanjutkan Presiden dengan pola yang sama. Revolusi damai mutlak untuk menjaga negara semakin babak belur, kalau tidak berkenan disebut negara akan semakin gelap.
Revolusi damai bisa berhasil jika dilakukan dengan strategi yang tepat dan dukungan masyarakat yang luas. Beberapa contoh revolusi damai yang berhasil adalah :
– Gerakan Rights Act di Amerika Serikat : Gerakan ini dipimpin oleh Martin Luther King Jr. dan berhasil mengakhiri segregasi rasial;
– Revolusi Mawar di Georgia : Gerakan ini berhasil menggantikan pemerintah yang korup dengan cara damai.
– Revolusi Damai Filipina berhasil karena doa dan civil disobedience, tapi tank-tank Marcos hampir menggagalkannya.
– Gerakan Reformasi di Indonesia 1998 : Gerakan ini berhasil menggantikan pemerintahan Soeharto dengan cara damai.
Revolusi damai, atau nonviolent revolution, akan menghadapi berbagai kendala dalam pelaksanaannya. Kendala utama meliputi kurangnya partisipasi massa yang konsisten, intervensi aparat keamanan, tantangan logistik dan sergapan angpao dalam mempertahankan momentum gerakan.
Spontanitas gerakan bergantung pada kemarahan rakyat yang merata, dan penyebabnya akan datang dari Presiden sendiri kalau dalam mengelola dan mengendalikan negara seenaknya sendiri. Faktor lain Hambalang sebagai jantung pemerintahan kini mulai menampakkan lubang-lubang besar. Dari Sekretariat Negara, kapasitas yang dinilai nihil pengalaman birokrasi mulai berdampak pada macetnya roda pemerintahan.
Mensesneg adalah dirigen utama yang mengorkestrasi seluruh kinerja kementerian, memastikan sinkronisasi aturan, dan menjadi filter terakhir bagi kualitas kebijakah kepresidenan. Namun, di bawah Prasetyo Hadi, peran strategis ini seolah menguap.
Keadaan semakin mencekam ketika Presiden mengidap Narcissistic Personality Disorder (NPD), anti kritik, bereaksi dengan ancaman, sinyalnya kearah otoriter, sama artinya Presiden akan mengundang guncangan besar dan lahirnya revolusi. Semua akan terjadi sumbunya dari Presiden sendiri.
-Atma_
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.