
Disampaikan Oleh : Suherman
Korupsi masih berlari liar, tanpa tali yang benar-benar menahan
Ia menyelinap di balik meja, bersembunyi di balik angka dan tertawa pelan di antara celah yang dibiarkan terbuka
Uang negara mengalir, namun tak selalu sampai pada mereka yang membutuhkan
Sebagian tersesat di jalan, sebagian berhenti di tangan yang salah
Dan aku, sebagai anak bangsa, hanya bisa melamun sejenak
Memandang kenyataan yang terasa seperti ironi panjang. Di satu sisi, uang dihambur-hamburkan dengan alasan yang terdengar meyakinkan
Proyek demi proyek berdiri, anggaran demi anggaran disusun. Namun di sisi lain, masih ada yang menahan lapar, masih ada yang berjuang sekadar untuk bertahan hari ini
Kita pandai merencanakan angka, namun sering gagal merasakan makna. Kita berbicara tentang triliunan, namun lupa pada satu piring yang kosong
Apakah ini sekadar kesalahan? Ataukah kebiasaan yang terlalu lama dibiarkan?
Korupsi bukan hanya soal uang yang hilang, melainkan tentang kepercayaan yang perlahan habis
Tentang harapan yang terus dikikis sedikit demi sedikit. Dan di tengah semua itu, rakyat tidak meminta banyak hanya ingin keadilan berjalan, hanya ingin apa yang menjadi haknya tidak diambil diam-diam
Melamun memang tidak mengubah apa-apa, namun dari sana lahir kesadaran bahwa negeri ini tidak kekurangan. Yang kurang adalah kejujuran.
Dan mungkin suatu hari nanti, ketika yang salah benar-benar dihentikan, dan yang benar benar-benar dijaga, kita tidak lagi melamun dengan getir, melainkan tersenyum melihat negeri yang berjalan sebagaimana seharusnya
05.32/24 April 2026,
-Atma_
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.