Oktober 9, 2026

Disampaikan Oleh : Dr. KRMT Roy Suryo, Jakarta, Senin 30/03/2026

Kemarin saat saya menegaskan Statemen di Press Conference soal “HoaX 50M buatan DIBIKIN CHANNEL” yang berusaha di Glorifikasikan / di Amplifikasikan oleh Gerombolan CEBOKER NUSANTARA (AA, AF, BBB, VH, BM, OP, DAJ dsb), sudah diprediksikan -bahwa karena si OMON hanya bisa terdiam, tidak sanggup mengklarifikasi apapun- maka akan muncul Video-video HoaX berikutnya yang dibuat menggunakan Teknologi AI / Artificial Intelligence atau Akal Imitasi.

Saat ini prediksi tersebut sudah terbukti benar terjadi alias memang akhirnya dimunculkan Video-video hasil karya AI dan meski masih sangat kasar kualitas dan teknologi yang digunakan, masalahnya banyak masyarakat awam yang (tertipu) mempercayai video-video palsu tersebut. Video Palsu / HoaX ini rata-rata menggunakan bahan dari DIBIKIN CHANNEL kemudian ditambah AI dan diposting lagi oleh akun YouTube REDAKSI TV, TikTok @wowowewe15, @k.s.m putratimur, @PutraVirgo2017 dsb.

Pola (kesengajaan / perintah?) penyebaran HoaX ini sama persis dengan modus Glorifikasi / Amplifikasi “WA Palsu seolah-olah dr. Tifa” dan “HoaX Bohir dengan Dana 50M” sebelumnya yang dilakukan oleh Gerombolan CEBOKER NUSANTARA, Kelompok YouTuber yang seharusnya ditutup bahkan dijerat pasal pidana karena selain hanya menebar HoaX, diksi yang digunakan mostly berisi sumpah serapah alias bahasa kampungan saja (Padahal lucunya slogan mereka maunya “Anti HoaX”, MUNAFIK).

Kembali kepada tokoh-tokoh yang secara ngawur dicatut Nama dan Wajahnya dalam Tayangan HoaX “DIBIKIN CHANNEL” sebelumnya, sekarang mereka sudah mulai mencatut (alias memfitnah) juga beberapa Presenter TV mainstream seperti ADISTY LARASATI dan CINDY PERMADI dari KompasTV. Meski hanya memanfaatkan teknologi sederhana berupa DUBBING dan lucunya TiDAK SINKRON LIPSYNC-nya, alias belum sepenuhnya menggunakan AI, Rekayasa Video ini sangat meresahkan masyarakat karena banyak yang mempercayainya.

Oleh karena itu sekalilagi saya mendesak Kementerian KomDigi untuk berani bertindak menertibkan akun-akun abal-abal penyebar HoaX diatas, jangan hanya mengeluarkan Aturan SocMed berdasarkan usia saja. Unit Cybercrime pihak Kepolisian seharusnya juga bisa langsung bertindak tegas karena sama saja mereka sudah memfitnah Tokoh-tokoh besar dengan modus yang senada. Meski demikian saya memang tidak perlu terpengaruh atau menanggapi dengan melaporkan mereka karena memang tmsalahsatu tujuan mereka adalah mengganggu proses pengungkapan Ijazah Palsu JkW yang secara teknis ilmiah diketahui 99,9% Palsu itu …

–Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca