Oktober 9, 2026

Kepada Saudaraku, Tuan Seyed Abbas Araghchi, segenap tentara Iran yang tangguh, serta seluruh rakyat Iran yang membanggakan.

Pertama-tama, kami atas nama pribadi dan kaum muslimin di Indonesia, merasa sangat bahagia dan bangga. Karena Anda telah mengambil pilihan bahasa kami, yakni bahasa Indonesia, untuk menyampaikan ucapan hari raya pada segenap bangsa di Asia Tenggara. Anda memilih bahasa kami, tentu bukan karena tak memberikan penghormatan dan ucapan yang sama kepada saudara muslim kita lainnya, baik yang ada di Malaysia maupun di Brunei Darussalam. Akan tetapi, kami menangkap itu sebagai sinyal dekapan persaudaraan yang lebih hangat dan erat. Untuk kami, muslim di Indonesia.

Semestinya, kita umat Islam menggunakan bahasa Arab. Bahasa yang dahulu telah mempersatukan kakek buyut kita dalam naungan kekuasaan Islam. Bahasa, yang menjadi bahasa resmi Negara Nabi Muhammad SAW, Khulafaur Rasyidin dan para Khalifah setelahnya.

Walaupun hari ini kita sama-sama kecewa. Bangsa Arab, dengan bahasa arabnya, semestinya menyatukan kita semua dalam persaudaraan Islam. Kenyataanya, para penguasa arab itu justru menjadikan wilayahnya untuk pangkalan militer Amerika, untuk menjajah dan memecahbelah kaum muslimin di wilayah Arab, serta seluruh kaum muslimin di dunia.

Kami juga paham, tanpa pengkhianatan penguasa di kawasan, yang menyediakan tanah kedaulatan mereka untuk pangkalan militer Amerika, tentulah Amerika dan zionis tidak akan sanggup dan berani menyerang Iran. Karena tak ada satupun pesawat yang mampu terbang dari daratan Amerika, langsung terbang menuju dan menyerang wilayah Iran.

Pengkhianatan bangsa arab-lah, baik Arab Saudi, UEA, Qatar, Bahrain, juga Irak dan Kuwait, yang menyebabkan Amerika bisa mendominasi kawasan dan membebaskan Israel membombardir Palestina. Mengenai hal ini, bukan hanya melalui peradilan dunia, di akherat kelak kami akan menjadi pihak yang ikut menuntut para penguasa Arab pengkhianat itu.

Selanjutnya, kami benar-benar bangga, bahagia dan menaruh hormat setinggi-tingginya, kepada saudara kami di Iran, baik yang ada di otoritas politik, militer dan rakyat Iran secara keseluruhan. Karena keberanian, ketangguhan, keistiqomahan dan kecerdasan manuver politik, militer dan komunikasi publik Iran, mampu meruntuhkan kesombongan Amerika dan menyungkurkan zionis Israel. Perlawanan Iran terhadap Amerika, bukan saja meninggikan wibawa Iran, melainkan juga mengangkat harkat dan derajat kami dan kaum muslimin seluruhnya.

Selama ini, Amerika dan Zionis bisa terbang semaunya, dan membombardir semaunya. Kaum muslimin, seperti hidangan yang mereka santap sesukanya, semaunya, dimana saja. Namun pasca perlawanan Iran, Amerika dan zionis dipaksa sadar, bahwa umat Islam bukanlah sekumpulan domba yang mudah digiring dan disembelih semaunya.

Bahkan, hari ini kami melihat secara jelas bagaimana Amerika berdiri diatas dua dilema : menghentikan perang, pulang dengan menanggung aib dan rasa malu, hingga hilangnya reputasi adidaya dunia. Atau melanjutkan perang, dengan kerugian dan korban lebih besar lagi, yang hal itu akan menguntungkan Rusia, China, bahkan Jerman, Inggris dan Perancis selaku negara pesaing.

Kami pada Idul Fitri kali ini, benar-benar merayakan kebahagiaan bersama kaum muslimin di Palestina. Kalau sebelumnya, setiap Ramadhan dijadikan bulan ritual pembantaian palestina oleh zionis, Ramadhan kali ini berbeda.

Kali ini, Kaum Muslimin di Palestina bisa khusuk beribadah. Meski ada sedikit gangguan dari zionis. Sementara Israel harus menghadapi serangan rudal dan drone dari Iran, sebagai hukuman (qisos) atas kebiadaban zionis selama ini terhadap muslim Palestina.

Tuan Seyed Abbas Araghchi, segenap tentara Iran yang tangguh, serta seluruh rakyat Iran yang membanggakan.

Kami menyadari, kami tak punya rudal-rudal dan drone tangguh seperti yang kalian miliki. Kami juga tak punya selat Hormouz yang strategis, yang mampu kalian gunakan untuk mencekik leher ekonomi Amerika dan sekutunya.

Namun kami, disini punya 290 juta muslim, yang memiliki suara, untuk membela perjuangan Iran, sekaligus mengangkat tangan kami untuk berdoa kepada Allah SWT. Agar Allah SWT menolong saudara kami di Iran, dan memenangkannya.

Kami, ridlo dan ikhlas jika kami dipimpin oleh bangsa Iran, dengan syariat Allah SWT. Karena itu, kami menyampaikan opsi agar Iran mengambil peluang untuk memimpin peradaban, dengan menegakkan Khilafah di wilayah Iran, dan melakukan unifikasi seluruh negeri Islam.

Bangsa Arab dan Turki telah dimuliakan dengan Khilafah. Lalu, atas kehendak Allah SWT, Khilafah runtuh dan diambil dari pundak mereka.Saat ini, bangsa Iran (persia) berpeluang untuk mengambil kepemimpinan Islam dengan tegaknya Khilafah. Kami, akan siap ikut membaiat, untuk mendengar dan taat, untuk menegakkan syariat Islam dan mengemban risalah Islam ke seluruh penjuru alam.Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 HJakarta, 24 Maret 2026

Saudaramu TTD Ahmad Khozinudin


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca