Oktober 9, 2026

Disampaikan Oleh : Saiful Huda Ems

Serangan-serangan rudal canggih terbaru Iran yang meruntuhkan gedung-gedung di Israel terbaru ini, pasti akan dibilang hasil editing AI oleh para pendukung Isrewel dan Ameriki yang ada di Indonesia ini. Karena mereka sudah terbiasa mengkonsumsi informasi dari media-media Barat yang pro ke Amerika dan Israel.

Sebelumnya, Presiden Lansia Amerika, Donald Trump juga melucu dengan mengatakan Iran sudah lumpuh total, karena pusat-pusat peluncuran rudalnya sudah dimusnahkan oleh serangan gabungan Tentara Amerika Serikat dan Israel. Namun aneh dan kenyataannya :

1. Dari berbagai pemberitaan dalam dan luar negeri, serta video-video amatir dari berbagai negara, termasuk video-video dari warga Israel sendiri yang tinggal di Israel, mengungkapkan, bahwa Israel tiap hari masih dihujani rudal-rudal dan ribuan drone dari Iran, yang semakin kesini semakin canggih dan mayoritas mengenai sasarannya secara tepat. Jadi kalau pihak otoritas Israel selalu bilang korban di pihaknya hanya 2 atau 3 orang, kalian yang mendengarnya di Jakarta, Bandung atau Surabaya, bisa-bisa tertawa kencang, dan pasti tawa kalian akan masih terdengar keras mulai dari Paris sampai Moskow.

2. Kapal Perang Induk Amerika juga dibawa kabur, keluar dari Timur Tengah, balik lagi ke Amerika. Karena selain sudah banyak yang rusak terkena sasaran drone dan rudal Iran, serta harus diservice kembali di bagian sana sini kapalnya, mereka juga takut Kapal-kapal Perang Induk Amerika yang mahal-mahal dan biasa dipamer-pamerkan di Film-Film Hollywoodnya itu, dirudal Iran kembali dengan rudal jenis terbaru dan lebih canggih yang dimiliki Iran, dan sampai saat ini masih belum dikeluarkan.

3. Presiden Lansia Amerika Serikat yang banyak gaya seperti di Ameriki, Donald Trump juga mengatakan mau mendatangkan pasukan yang jauh lebih banyak lagi untuk menyerbu Iran. Padahal katanya Iran sudah lumpuh, kok mau mendatanginya saja perlu mengerahkan puluhan ribu tentara ke Iran? Tidak masuk akal bukan? Karena sejatinya Amerika takut disate atau minimal dijadikan bulan-bulanan di gurun apalagi di tengah kota, oleh para Tentara dan penduduk Iran yang jagoan dan ahli perang sepanjang zaman.

4. Sementara itu warga Israel dan tentaranya banyak yang ketakutan, tiap hari negaranya dihujani ribuan drone dan rudal dari Iran, meskipun mereka semuanya sudah bersembunyi di bunker-bunker yang dalam, namun tetap jua dapat dihancurkan oleh rudal-rudal Iran. Mereka (para warga sipilnya dan sebagian tentaranya) kemudian banyak yang kabur ke Luar Negeri dan diusir dimana-mana.

Seperti halnya yang baru saja terjadi di Jepang, Pemerintah dan Hotel-hotel di Jepang menolak dikunjungi para pendatang dari Israel, yang berpura-pura sebagai wisatawan manca negara. Ini semata karena Jepang tidak mau terlibat, ikut campur dalam persoalan Presiden Lansia Amerika dan Israel yang tengah berkonflik dengan Iran.

Di stasiun-stasiun kereta api di Turki, para pendatang Israel yang kabur dari negaranya, karena negaranya dijadikan tempat pesta kembang api rudal-rudal dan drone-drone dari Iran yang sangat meriah, hingga langit Israel kini kerap memerah jingga, juga diolok-olok oleh penduduk setempat, dengan pekikan “Free Palestine !” di hadapan mereka.

Ini semua menunjukkan bahwa narasi dan propaganda Barat, apalagi Amerika dan Israel selama ini banyak yang tidak masuk di akal, dan cenderung hanya memberitakan sisi positif dan kemajuan keberhasilan perang Amerika dan Israel yang mengkroyok Iran rame-rame. Di sisi lain pemberitaan mereka selalu menutupi keberhasilan serangan balik Iran, yang berhasil membuat negara Israel dan pangkalan-pangkalan militer Amerika di Timur Tengah modyar ! Hidup Iran…!

Selasa, 17 Maret 2026.

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca