
Disampaikan Oleh : Sutoyo Abadi, 01/03/2026
Presiden Prabowo Subianto dinyatakan siap terbang ke Teheran untuk menjadi juru damai antara Iran dan Amerika Serikat. Dalam pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri, Indonesia mengajukan diri untuk menjadi fasilitator dialog para pihak yang berkonflik.
“Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran guna melakukan mediasi,” demikian tertulis dalam pernyataan tersebut, Sabtu, 28 Februari 2026.
Dari dalam negeri langsung mendapat respon dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, menilai ide Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Teheran untuk menjadi juru damai antara Iran dan Amerika Serikat tidak realistis.
“Sebagai political scientist yang independen dan juga sebagai mantan diplomat Indonesia, saya heran kenapa ide ini tidak difilter dulu sebelum diumumkan karena sangat tidak realistis,” ucap Dino melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @dinopattidjalal, pada Ahad, 1 Maret 2026.
Dino yakin Presiden AS Donald Trump tidak ingin Indonesia ikut campur. Sebab, Dino menilai saat ini Trump sedang gelap mata ingin menumbangkan pemerintahan Iran.
Amit amit Israel merespon imajinasi atau khayalan Presiden Prabowo, justru yang di dapat ejekan dari Jendela Israel.
Mengutip dari kantor berita Yerusalemo Straight, komandan umum batalyon infiltrasi serangan senyap global , Mayor Jenderal Jacoob Ariel Ashaabi menyatakan dengan tegas mengatakan bahwa:
“Orang kita sudah ada dimana-mana, baik dari eropa, asia, china, bahkan afrika”. Jenderal Ariel menyatakan agar Indonesia tidak perlu banyak ikut campur terhadap politik luar negeri yang bukan menjadi wilayah kepentingannya.
“Sebaiknya indonesia fokus pada hal-hal kebutuhan mendasar masyarakatnya, kami mengetahui banyak hal yang harus dibenahi, mulai dari kemampuan durasi perangnya yang sangat singkat dan sangat lemah, dan kebutuhan pokok warganya. Tolong jangan ikut campur terhadap urusan kami. Jika tidak, maka kami tidak segan-segan untuk menghentikan jantung ibukota anda”
Jenderal yang dikenal dengan ahli dalam kamuflase ini menyampaikan dengan keras bahwa peperangan dengan Iran ini adalah murni urusan politik negara keduanya, mencampuri urusan keduanya akan berakibat fatal karena hal tersebut akan makin memperkeruh dinamika eskalasi dunia terhadap kemungkinan meletusnya perang dunia ketiga.
Dino menyatakan pertemuan Prabowo dan Netanyahu berarti political suicide alias bunuh diri politik bagi Presiden Prabowo di dalam negeri. “Saya sungguh tidak tahu dari mana datangnya ide yang menakjubkan ini agar Presiden Prabowo terbang ke Teheran untuk menjadi mediator konflik segitiga ini,” kata Dino.
Komentar pejabat Kementerian Luar Negeri juga terlihat bodohnya, negara merdeka harus tunduk pada kekuatan dari luar ( AS dan Israel), mengatakan : “Indonesia menyesalkan kegagalan perundingan Amerika Serikat dengan Iran sehingga konflik bersenjata kembali meletus. Kementerian Luar Negeri pun menyerukan agar semua pihak yang terlibat menahan diri serta mengedepankan dialog dan diplomasi”
Semua terjadi karena negara ini sudah tidak kenal lagi dengan rambu rambu Pembuatan UUD 45 sebagai pakem kebijakan luar negerinya. Yang muncul dari Presiden Prabowo Subianto hanya imajinasi dan khayalan di luar akal sehatnya, dalam menjalankan kebijakan luar negerinya, berakhir menjadi lelucon dan ejekan kekuatan politik global.
-Atma_
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.