Oktober 9, 2026

“Maukah aku beritahu kalian sesuatu yang lebih utama derajatnya daripada puasa, shalat, dan sedekah?” Mereka menjawab, “Tentu.” Beliau bersabda, “(Yaitu) mendamaikan hubungan di antara manusia. Karena rusaknya hubungan itu adalah ‘pencukur’ (yang menghabiskan agama).” (HR. Abu Dawud No. 4919 dan at-Tirmidzi No. 2509)

Di zaman sekarang, perselisihan acapkali membesar bukan karena masalahnya semakin berat, tetapi karena komentar, unggahan, dan “cerita versi masing-masing” cepat menyebar.

Akhirnya, sesama saudara yang semula hanya berbeda pendapat berubah menjadi saling menjauh, saling sindir, bahkan putus silaturahmi.

Islam tegas mengajarkan perdamaian, damai itu mulia, dan orang yang berusaha mendamaikan saudaranya yang sedang bertikai adalah orang yang sedang menghidupkan rahmat di tengah panasnya emosi.

Allah memerintahkan kita untuk tidak menjadi penonton konflik, melainkan menjadi jembatan yang menautkan kembali hati yang retak.

Al-Qur’an menegaskan:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (الحجرات: ١٠)

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (Q.S Al-Hujurat : 10)

Menjadi pendamai bukan berarti memihak, tetapi menuntun dua hati kembali ke adab: saling klarifikasi, menahan lisan, dan mencari jalan tengah yang diridhai Allah.

Nabi ﷺ pun mengangkat derajat orang yang memperbaiki hubungan, karena dari sinilah persaudaraan terjaga dan fitnah terputus.

Terkadang cukup satu orang yang bijak untuk menahan api sebelum membakar semuanya: datang dengan niat ikhlas, mendengar dengan tenang, lalu mengajak pada solusi—bukan memperpanjang saling salah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصِّيَامِ وَالصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ؟ قَالُوا بَلَى. قَالَ: إِصْلَاحُ ذَاتِ الْبَيْنِ، فَإِنَّ فَسَادَ ذَاتِ الْبَيْنِ هِيَ الْحَالِقَةُ

Artinya: “Maukah aku beritahu kalian sesuatu yang lebih utama derajatnya daripada puasa, shalat, dan sedekah?” Mereka menjawab, “Tentu.” Beliau bersabda, “(Yaitu) mendamaikan hubungan di antara manusia. Karena rusaknya hubungan itu adalah ‘pencukur’ (yang menghabiskan agama).” (HR. Abu Dawud No. 4919 dan at-Tirmidzi No. 2509).

~Akas


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca