Oktober 10, 2026

Sutoyo Abadi :  12.02.2026

Saat itu serangan Belanda ke Yogyakarta sudah di mulai, Panglima Besar Jenderal Sudirman harus menghadap Presiden Sukarno di Istana Yogjakarta. Ketika akan berangkat Istana Presiden Soekarno di Yogyakarta, saat akan berangkat Jenderal Sudirman muntah darah karena sakit. Sampai di istana harus nunggu beberapa beberapa saat Soekarno baru menemui P. Sudirman.

Saat ketemu hanya berbincang singkat, Presiden Soekarno yang mengetahui Pak Sudirman dalam kondisi sakit membujuk untuk sama-sama menyerah dan tinggal bersama Presiden saja di istana.

Jawab Pak Sudirman : “Saya itu tentara, tidak mungkin menyerahkan kedaulatan negara kepada Belanda”. Langsung pamit meninggalkan Istana pergi ke hutan di Jawa Timur, tidak ada kompromi apalagi menyerah. Satu-satunya pilihan terahir hanya Perang Gerilya melawan Belanda dll”.

Saat ini kondisinya sama, penjajah tidak dengan senjata sudah menguasai Indonesia dengan tekanan strategi “Lebensraum,” dan “Frontier”. Kedaulatan negara sudah jatuh di tangan Oligarki.

Pembentukan negara dalam negara, perampasan tanah rakyat dan penguasaan sumber daya alam sudah terjadi. Presiden Prabowo Subianto tampak tidak berdaya, bahkan dengan berbagai alasan terlihat jelas akan kompromi dengan oligarki.

Ini tanda-tanda yang sangat terang benderang didepan mata Presiden Prabowo Subianto menyerah dengan penjajah gaya baru (Oligarki dukungan RRC). Sudah tidak ada lagi kompromi dengan Presiden 5 (lima) point Gerakan akan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR) sesuai Deklarasi 10/02/2026 :

– Mengajak seluruh rakyat bersatu merebut kembali kedaulatan dari tangan oligarki;

– Mendesak pemerintahan (Prabowo) untuk membersihkan pemerintahan dari unsur-unsur kroni/oligarki;

– Adili Joko Widodo (Jokowi) atas dugaan penyalahgunaan kekuasaan selama menjabat;

– Makzulkan/Copot Gibran Rakabuming Raka;

– Kembali ke UUD 1945 yang asli (naskah sebelum amendemen).

Hanya menyandarkan pada kemauan, tekad, semangat dan keberanian Presiden Prabowo melalui jalur atau proses konstitusi (sangat kecil peluangnya).

Sasaran antara yang mesti harus di jalankan bersama kekuatan rakyat semesta adalah :

– Bubarkan MPR / DPR / DPD dan bentuk MPRS;

– Presiden segera adakan Pemilu ulang secepatnya;

– Susun MPR baru dan susun GBHN pro rakyat;

– DPR baru yang benar-benar berkedaulatan rakyat tanpa bayang kekuasaan partai (cabut semua UU yang membahayakan negara – khususnya yang pro Oligarki).

Semua kekuatan pergerakan sudah mengerti dan menyadari, opsi terakhir, bukan Perang Gerilya seperti dilakukan oleh Jenderal Sudirman, tetapi hanya ada satu satunya jalan dengan REVOLUSI TOTAL, beresiko turunkan Presiden dan Tata Ulang semua lembaga negara, sesuai dengan proses dalam revolusioner.

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca