
Disampaikan Oleh : Sutoyo Abdi, 06.02.2026
Jangan-jangan Presiden Prabowo mengidap gangguan Anxiety disorder (gangguan kecemasan) adalah kondisi mental yang ditandai oleh rasa cemas, takut, dan khawatir yang berlebihan, intens, serta sulit dikendalikan.
Cemas berkonfrontasi langsung dengan kaum kapitalis, cemas berhadapan dengan oligarki dan Xi Jinping (Cina) yang nyata akan menganeksasi Nusantara.
Sehingga tidak peduli lagi dengan kemungkaran struktural akibat diubahnya “Kiblat Bangsa/Negara”, ditambah oleh kemungkaran kultural yaitu perilaku pemimpin dan pendukungnya yang korup dan mufsid (merusak) khususnya selama 10 tahun terakhir di era Presiden Jokowi
Prabowo Subianto tidak mampu melakukan breakthrough (terobosan). Syaratnya dia harus melakukan pemisahan diri dengan rezim lama (mufaraqah / disengagement dengan Jokowi.
Kalau benar terjadi kembalinya mantan presiden Jokowi ke lingkaran kekuasaan Istana setelah masa jabatannya berakhir pada Oktober 2024, sebagai anggota Wantimpres atau penasihat strategis, merupakan wajah kelemahan dan kecemasan Presiden Prabowo Subianto.
Dapat diartikan sebagai ketidak mampuan Presiden Prabowo untuk melepaskan diri dari bayang-bayang pendahulunya, menunjukkan “fakir kepemimpinan” atau kurangnya inisiatif mandiri.
Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk mempertahankan pengaruh politik Jokowi setelah lengser, memicu kekhawatiran tentang “de-Jokowi-sasi” yang gagal atau upaya mempertahankan posisi tawar.
Warisan satu dekade Jokowi yang dianggap telah menjual kedaulatan negara dan atau sosok tunggal yang membawa kehancuran negara, justru ditarik kembali pada kabinet Merah Putih.
Prabowo Subianto melibatkan mantan presiden bisa dilihat sebagai upaya strategis untuk memastikan kesinambungan proyek-proyek besar (seperti IKN) dan stabilitas politik, mengingat Jokowi masih memiliki hubungan erat dengan Oligarki dan Xi Jinping
Prabowo Subianto menunjukkan Jokowi masih dianggap sebagai powerbroker penting yang mampu mengorkestrasi konstelasi politik, dengan kekuatan yang telah mengantarkan Prabowo Subianto memenangkan Pilpres 2024.
Prabowo Subianto ingin tetap mempertahankan Jokowi sebagai powerbroker, untuk stabilitas kekuasaannya bahkan di rancang untuk kekuasaan periode berikutnya.
Prabowo Subianto telah membantah anggapan bahwa dirinya adalah “presiden boneka” dan menegaskan kemandirian pemerintahannya, meskipun pengaruh Jokowi tetap tidak bisa dinafikan.
Prabowo Subianto tetap ingin berlindung di semua kekuatan kapitalis, tidak peduli akibat dan dampaknya untuk rakyat Indonesia.
Prabowo Subianto adalah tentara intelektual menerapkan strategi Intellectual frauds (kecurangan intelektual), kecemasannya merujuk pada tindakan tidak jujur, penipuan, atau manipulasi yang berkaitan dengan ide. Ditandai setiap pidatonya yang berapi-api hanyalah omon – omon.
-Atma_
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.