Oktober 10, 2026

— Sutoyo Abadi : 13.01.2026

Pernyataan bahwa rakyat Indonesia menempati peringkat tertinggi dalam tingkat kebahagiaan dunia didasari pada hasil survei tertentu, namun klaim tersebut telah dibantah dan diluruskan oleh berbagai pihak karena adanya kesalahan interpretasi atau salah baca data. 

Dipastikan ini kesalahannya atau kelemahan di Staf Kepresidenan yang selama ini diragukan kapasitas dan kapabilitasnya.

Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah acara Perayaan Natal Nasional pada Januari 2026, mengaku terharu oleh hasil survei Global Flourishing Study (GFS) yang dilakukan oleh Harvard University, Baylor University, dan Gallup. Berdasarkan interpretasinya terhadap data tersebut, beliau menyatakan bahwa rakyat Indonesia adalah masyarakat yang paling bahagia di dunia, meskipun sebagian besar masih hidup dalam kesederhanaan ekonomi. 

Salah baca data GFS pihak Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menyebutkan bahwa Presiden salah membaca data survei tersebut. Data Global Flourishing Study yang dirilis oleh Gallup World Poll memang sirvei tersebut menempatkan  Indonesia pada peringkat ke-11 dari 140 negara dalam hal nilai kebahagiaan, bukan peringkat rakyat Indonesia paling bahagia di dunia.

Bahkan lebih fatal setelah kita membaca langsung datanya Presiden Prabowo Subianto salah baca atau salah informasi dari hasil survei Global Hourishing Study dari 23 negara, terbaca dengan sangat jelas.

Staf Presiden atau siapapun yang memberikan referensi ke Presiden memaknai Flourishing artinya kemajuan, progres salah satunya happiness, justru langsung di maknai Life satisfaction.

Celakanya akibat kesengajaan atau keterbatasan dalam bahasa Flourishing menjadi happiness atau Life satisfaction dibacakan oleh Presiden bahwa bahwa rakyat Indonesia adalah masyarakat yang paling bahagia di dunia.

Dalam domains  survei tersebut terbaca dengan jelas beberapa variabel : “Happiness and life statisfaction.  Mental and physical Character and virtue. Close sosial and relationship. Finansial and material stability”

Flourishing untuk menggambarkan kesejahteraan mental tertinggi, mencakup emosi positif, fungsi psikologis, dan hubungan sosial yang baik. Sangat jelas terpengaruh karena adanya nilai-nilai Pancasila, yang di tanamkan oleh pendiri bangsa sebagai pondasi ideal hidup bangsa Indonesia.

“Happiness and life statisfaction” sebagai salah satu variabel langsung dimaknai sebagai hasilnya survei, dengan kesimpulan rakyat Indonesia adalah masyarakat yang paling bahagia di dunia

Happiness kebahagiaan merujuk pada keadaan atau perasaan senang dan tenteram, bebas dari segala yang menyusahkan, baik secara lahiriah maupun batiniah dan Life statisfaction Istilah ini mengacu pada tingkat kepuasan atau kebahagiaan seseorang terhadap kehidupannya secara keseluruhan, mencakup penilaian positif terhadap pengalaman masa lalu, saat ini, dan harapan masa depan

Dengan demikian pidato Presiden Prabowo pada acara Perayaan Natal Nasional pada Januari 2026, klaim “tingkat kebahagiaan rakyat Indonesia tertinggi di dunia” tidak akurat, apalagi kalau berdasarkan laporan kebahagiaan global World Happiness Report 2025, yang terafiliasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyatakan, tingkat kebahagiaan rakyat Indonesia berada di urutan tengah atau bawah.

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca