Oktober 10, 2026
Gambar ilustrasi

Oleh : Rizal Fadillah

Aa-iye

Cekal, dicekal

Kritik beda pendapat

Cekal, dicekal

Dianggap biang rusuh

Kami juga punya ide

Kalian juga punya ide

Musyawarah mufakat

Musyawarah mufakat

Musyawarah mufakat

Musyawarah untuk mufakat

Bener nggak? (Bener)

Cekal, dicekal

Kebebasannya enggak bebas

Cekal, dicekal

Soalnya nggak jelas

Kami juga punya tanggung jawab

Kalian nggak perlu curiga

Mengutip penggalan lirik lagu Band Slank yang dibuat tahun 1993 ternyata masih menjadi trend hingga saat ini, meski sudah hampir 32 tahun tidak terasa…

Komen :

Nampaknya yang mendasari cekal imigrasi atas permintaam polisi adalah penetapan status tersangka saya. Padahal tidak ada niat untuk pergi ke luar negeri apalagi kabur. Yang dilakukan kan hanya mencari kebenaran status ijazah jokowi asli atau palsu. Itu kerja dalam negeri. Apa yang mereka takutkan ?

Saya sering ke luar negeri paling ketika membimbing jamaah umroh. Apa bahayanya ? Mungkin takut menghasut jama’ah he he atau mengabarkan berita ijazah palsu Jokowi di Saudi Arabia.

Jikapun ada buku saya “Publik Yakin Ijazah Jokowi Palsu” yang kini tersimpan di UN library New York itu bukan karena saya pergi ke AS tetapi ada teman diaspora Ketua FTA yang berinisiatif menyimpan di Perpustakaan PBB tersebut. Jokowi tidak perlu panas dingin atas ini.

Mencari kebenaran status ijazah Jokowi itu bukan kejahatan tetapi kepentingan publik. Rakyat Indonesia ingin mengetahui kejujuran atau keculasan mantan Presidennya. Skandal ijazah ini harus dibongkar.

Sudah menjadi isu dunia bukan nasional apalagi lokal. Jokowi yang semestinya segera mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Jokowi lah yang harus dan layak dicekal imgrasi. Potensi kabur ke Cina atau negara lain sangat besar. Sebelum semua terlambat Kepolisian harus segera meminta Kantor Imigrasi untuk mencekal Jokowi dan keluarga, ternasuk Gibran. Paspor Jokowi dan keluarga ditarik Imigrasi.

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca