
Oleh : Rizal Fadillah
Aa-iye
Cekal, dicekal
Kritik beda pendapat
Cekal, dicekal
Dianggap biang rusuh
Kami juga punya ide
Kalian juga punya ide
Musyawarah mufakat
Musyawarah mufakat
Musyawarah mufakat
Musyawarah untuk mufakat
Bener nggak? (Bener)
Cekal, dicekal
Kebebasannya enggak bebas
Cekal, dicekal
Soalnya nggak jelas
Kami juga punya tanggung jawab
Kalian nggak perlu curiga
Mengutip penggalan lirik lagu Band Slank yang dibuat tahun 1993 ternyata masih menjadi trend hingga saat ini, meski sudah hampir 32 tahun tidak terasa…
Komen :
Nampaknya yang mendasari cekal imigrasi atas permintaam polisi adalah penetapan status tersangka saya. Padahal tidak ada niat untuk pergi ke luar negeri apalagi kabur. Yang dilakukan kan hanya mencari kebenaran status ijazah jokowi asli atau palsu. Itu kerja dalam negeri. Apa yang mereka takutkan ?
Saya sering ke luar negeri paling ketika membimbing jamaah umroh. Apa bahayanya ? Mungkin takut menghasut jama’ah he he atau mengabarkan berita ijazah palsu Jokowi di Saudi Arabia.
Jikapun ada buku saya “Publik Yakin Ijazah Jokowi Palsu” yang kini tersimpan di UN library New York itu bukan karena saya pergi ke AS tetapi ada teman diaspora Ketua FTA yang berinisiatif menyimpan di Perpustakaan PBB tersebut. Jokowi tidak perlu panas dingin atas ini.
Mencari kebenaran status ijazah Jokowi itu bukan kejahatan tetapi kepentingan publik. Rakyat Indonesia ingin mengetahui kejujuran atau keculasan mantan Presidennya. Skandal ijazah ini harus dibongkar.
Sudah menjadi isu dunia bukan nasional apalagi lokal. Jokowi yang semestinya segera mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Jokowi lah yang harus dan layak dicekal imgrasi. Potensi kabur ke Cina atau negara lain sangat besar. Sebelum semua terlambat Kepolisian harus segera meminta Kantor Imigrasi untuk mencekal Jokowi dan keluarga, ternasuk Gibran. Paspor Jokowi dan keluarga ditarik Imigrasi.
-Atma_
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.