Oktober 10, 2026
Gambar ilustrasi

— Sutoyo Abadi : 07.11.25

Data valid dari berbagai sumber menyebutkan deforestasi di Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh luasnya meningkat hingga 5 kali lipat dari tahun 2024.

Deforestasi faktual yang ada :

– Di Provinsi Sumatera Barat tahun 2024 deporetasi ada 6.360 hektar dan pada tahun 2025 naik menjadi 28.000 hektar.

– Di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2024, deforestasi ada 7.300 hektar dan pada tahun 2025 meningkat menjadi 27.854

– Di provinsi Aceh  Tahun 2024, deforestasi 8.962 hektar tahun 2025. meningkat menjadi 27.854.

Bandingkan dengan angka yang disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (4/12/2025), bahwa :

– Tahun 2025 hingga bulan September, deforestasi di Indonesia menurun 49.766 hektare (ha) atau 23,01% dibandingkan periode sama tahun 2024.

– Disebutkan, tren deforestasi di 3 provinsi terdampak banjir bandang-tanah longsor ini turun. Di Aceh turun 10,04%, di Sumatra Utara turun 13,98%, dan Sumatra Barat turun 14% dibandingkan tahun 2024.

Inilah bukti ada Menteri yang buta data di Kementeriannya. Hebatnya masih dleming banjir di Sumatera karena adanya Siklon Tropis, bahkan menyebut karena cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi. Mungkin yang dimaksud hujan yang turun membawa Chainsaw (gergaji portabel yang menggunakan rantai bergerigi berputar cepat untuk memotong kayu di hutan) boleh bodoh tapi jangan terlalu dungu.

Kalau seorang Menteri datanya kacau bagaimana akan tahu apalagi paham bahwa bukan hanya di Sumatera, banjir bandang akan terjadi akan terjadi di seluruh Nusantara. Bukan karena fenomena alam, perubahan iklim, seperti cuap cuap para pejabat negara yang terkait, semua terjadi karena kejahatan manusia yang luar biasa melakukan deforestasi brutal dan liar.

Apa Tuan Menteri Kehutanan tidak paham bahwa setiap batang kayu yang hanyut itu adalah bukti kegagalan negara menjaga tambang dan hutannya. Setiap rumah yang musnah dan manusia yang mati hanyut ditelan banjir bandang adalah rakyat yang harus menerima dampaknya akibat kerakusan segelintir manusia iblis yang biadap.

Ini adalah pembuktian telanjang bahwa ekstraksi habis-habisan terhadap sumber daya alam dan hutan kita dijarah habis-habisan oleh kepentingan ekonomi yang rakus selama ini justru diberi ijin pemerintah dan dibiarkan merusak hutan dan alam, ini kejahatan luar biasa.

Indonesia negara kepulauan terlindungi karena hutannya, kalau hutan sudah terbabat habis maka kepulauan tersebut akan musnah diterjang banjir bandang yang akan menenggelamkan masuk kelaut.

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca