
—- Sutoyo Abadi : 06.12.2025
Hannibal adalah seorang pakar motivator langka. Kalau yang lain mengobarkan semangat prajuritnya dengan pidato berapi – api. Menurut Hannibal kalau hanya mengandalkan kata – kata akan sia – sia, karena hanya akan menyentuh permukaannya saja.
Seorang pemimpin harus cengkeraman hati orang-seorangnya, menjadikan darah mereka mendidih, merasuki pikiran mereka, mengubah suasana hati mereka, berubah menjadi tindakan.
Mengusik hati mereka secara tidak langsung menjadikan mereka menjalin dalam satu ikatan, baru memukul yang berbahaya. Pidato, orasi atau sekedar himbauan yang fasih jauh realita terkadang hanya membuat kesal, muak, bahkan membosankan.
Cobalah Presiden datang ke hutan tanpa pidato langsung bakar salah satu traktor yang telah disembunyikan didalam tanah, maka para prajurit saat itu juga tanpa diperintah akan membakar semua peralatan yang telah digunakan untuk penambangan liar.
Para menteri yang ambisius, tidak setia, pengecut hampir semua sudah terkoneksi dan terkontaminasi para bandar, bandit dan badut politik kapitalis oligark hitam.
Semua diluar kendali Presiden itu sangat berbahaya. Mereka tidak akan pernah berjuang untuk rakyat justru bertindak hanya untuk dirinya sendiri, menunggu upahnya sebagai buruh oligark hitam
Mereka otaknya sudah swak, tidak akan pernah sampai pada perjuangan kemuliaan, sekalipun kemuliaan untuk rakyat lebih berharga dari sebuah imbalan. Apabila kemuliaan telah bersemayam mengkristal dalam keyakinan, pejuang akan bersedia hidup atau mati tanpa takut bahaya memnela kebenaran, keadilan dan keselamatan bangsa dan negara.
Presiden jangan terlalu banyak pidato yang jauh dari realitas hanya akan menjadi tertawaan rakyatnya yang sudah bisa menebak, Presiden sedang nanar kehilangan kontak dengan realita.
Kapten Ibrahim Traori membangun negara dalam waktu yang cukup singkat, mencengangkan dunia, karena tindakannya lebih memperlihatkan keteguhan hatinya, bahkan lebih keras dari kata-katanya.
Untuk mengatasi para penghianat negara bisa ambil contoh tindakan tegas Benito Mussolini. Setelah Italia berhasil menduduki Etiopia pada 1935, tokoh- tokoh negeri Afrika Timur, yang telah membantu kemenangan—diundang Benito Mussolini naik ke pesawat terbang (joy flight).
Setelah terbang di atas Laut Merah, Mussolini memerintahkan supaya semua tokoh Etiopia itu dibuang keluar pesawat tanpa parasut.
Prinsip Benito, sekali orang berjiwa pengkhianat, dia akan terus menjadi pengkhianat seumur hidupnya.
Presiden Prabowo Subianto kembalilah pada jati dirinya harus tampil seperti gelombang samudera atau kekuatan banjir bandang demikian hebatnya, tidak seorangpun didepannya yang sanggup meloloskan diri dari bahayanya yang bisa menyapu segalanya.
Hanya akan terwujud dengan tindakan bukan dengan banyak orasi, pidato dan ancaman kosong, telah melahirkan pembangkangan bahkan penjarahan sumber daya alam dan penghianat negara merebak dimana – mana.
Hadapi semua kenyataan dengan tindakan tegas, lari dari kenyataan masalahnya akan semakin berat.
-Atma_
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.