Oktober 9, 2026

Oleh Prihandoyo Kuswanto, Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Panca Sila

PENDAHULUAN

Kejayaan Majapahit yang mempunyai Patih
Gajahmada

Merujuk pada Gajahmada, seorang panglima perang dan Mahapatih (Perdana Menteri) Kerajaan Majapahit yang terkenal dengan Sumpah Palapa untuk mempersatukan Nuswantara.

Gajahmada menjabat pada masa pemerintahan Ratu Tribhuwana Wijaya Tungga Dewi dan Raja Hayam Wuruk.
Perdana Menteri : Gajahmada diangkat menjadi patih (perdana menteri) dan memimpin Majapahit pada masa jayanya.

Sumpah Palapa : Ia terkenal dengan sumpahnya yang terkenal, yaitu “Lamun huwus kalah nuswantara isun amukti palapa,”

Yang artinya ia tidak akan menikmati kesenangan (amukti palapa) sebelum berhasil menyatukan seluruh Nuswantara.

Penyatuan Nuswantara : Di bawah kepemimpinannya, Majapahit berhasil memperluas pengaruhnya ke wilayah-wilayah yang kini dikenal sebagai Indonesia.

Simbol Persatuan : Sosok Gajah Mada sering dianggap sebagai simbol nasionalisme dan persatuan Indonesia hingga saat ini.

KARAKTER KEBANGSAAN

Gajahmada pasukan telik sandi nya sebuah pasukan yang mempunyai disiplin tinggi dibangun dengan konsep yang luar biasa.
Tri Sandi Gajah Kencana sebuah doktrin memberikan kebanggaan yang luar biasa bagi Pasukan Majapahit.

Di Jaman Majpahit, ajaran ini untuk membentuk karakter kebangsaan, yang dijaman sekarang seorang pemimpin saja tidak mempunyai karakter.
Pancasila yang sudah diuraikan dengan P4 Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila justru di Jaman Reformasi ini dihilangkan akibat nya bangsa ini kehilangan karakter kebangsaan nya. Kerusakan ini tercermin dari para pejabat dan punggawa nya bermental pengkhianat dengan korupsi disegala kehidupan kebangsaan kita.

Kesalahan terbesar bangsa ini adalah mengamandemen UUD 1945 mengganti Pancasila dengan demokrasi liberal padahal Pancasila harus menjadi karakter kebangsaan.
Apa kita tidak malu di Jaman Kerajaan Majapahit saja mempunyai doktrin membangun Karakter kebangsaan nya justru Indonesia dengan Naif menghilangkan karakter kebangsaan melalui P4.

Doktrin Tri Sandi Gajah Perdana

  1. Kehormatan itu Suci

Janganlah kurang akalmu dalam menghadapi kesukaran. Tenangkan dirimu dalam menghadapi Mara Bahaya. Katakan benar yang sebenarnya. Katakan salah yang sebenarnya.

Manusia adalah Sempurna. Kaya dan miskin adalah ukuran Lahir. Kita menghargai orang lain dengan ukuran Bathin karena itu janganlah mengejek, menghina dan mencaci yang dapat melukai hati.

Tampakanlah kemuliaanmu, janganlah mencerminkan isi hatimu yang kusut di mukamu. Berkatalah,berpikirlah dan bertindak dengan jernih.

Itulah kehormatan GADJAH KENTJANA.

  1. Ksatria Teguh Berkepribadian

Gadjah Kentjana adalah Patriot Paripurna.

Manusia sejati berkepribadian tinggi. Hidup ini harus berguna bagi : Keluarga, Bangsa, Negara serta Tanah Air.

Setia itu harus, Jujur itu wajib, Sopan santun dalam bertindak, Ramah dalam pergaulan, Menolong tanpa sombong diri, Sayang terhadap sesama.

Bertanggungjawab terhadap tugas dan kewajiban. Tersenyum manis dalam waktu duka, selalu tenang dalam waktu suka.

Hemat dalam bicara,Tenaga,Harta benda. Berjasa tanpa minta.

  1. Gadjah Kentjana Bersatu dan Bekerja

Gadjah Kentjana Ksatria Teguh Berkepribadian, Disiplin, Berkemampuan menyatu.

Langkah-langkahnya takkan menyimpang dari pagar kehidupan.

Budi-lah yang menjadikan penilaian para Ksatria.
Taqwa senantiasa takkan dilupakan.

PANTJA SILA DHARMA selalu menjiwainya dalam kebersahajaan,kesusilaan,kecermatan adalah menjadi sifat utamanya.

Watak ksatria, Disiplin,Pantang mundur,Pantang putus asa menjadi ciri khasnya.

Hidup terhormat lebih utama dari hidup khianat. Dari ajaran Jaman Majapahit ini sangat dasyat untuk membangun karakter kebangsaan kita .

Ini jaman Majapahit sudah begitu agung nya membuat konsep karakter kebangsaan nya justru kita kehilangan pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sejak Pancasila dengan P4 dihilangkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara ini adalah tindakan yangvtidak bertanggungjawab sangat Naif.

45 poin Pedoman Menghayati dan Mengamalkan Pancasila

  1. Ketuhanan Yang Esa

(1) Bangsa Indonesia menyatakan keyakinan dan
baktinya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

(2) Manusia Indonesia beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan
agamanya dan kepercayaannya masing-masing menurut asas kemanusiaan yang adil dan beradab.

(3)Mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerja sama antar pemeluk agama
dan penganut kepercayaan yang berbeda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

(4)Membina kehidupan yang rukun antar umat beragama dan berkeyakinan kepada
Tuhan Yang Maha Esa.

(5) Agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
merupakan hal yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

(6) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan beribadah
sesuai dengan agamanya dan kepercayaannya masing-masing.

(7) Tidak memaksakan
agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

  1. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

(1) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai
harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

(2) Mengakui
persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, dengan tidak
membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin,
kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.

(3) Mengembangkan sikap saling kasih sayang
antar sesama manusia.

(4) Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tenggang rasa.

(5) Mengembangkan sikap tidak menghakimi orang lain.

(6)Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

(7) Senang melakukan kegiatan kemanusiaan.

(8)Berani membela kebenaran dan keadilan.

(9) Bangsa Indonesia merasa dirinya
sebagai bagian dari seluruh umat manusia.

(10) Mengembangkan sikap menghargai
dan bekerja sama dengan bangsa lain.

  1. Persatuan Indonesia (1) Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta
    kepentingan dan keamanan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas
    kepentingan pribadi dan golongan.

(2) Rela dan rela berkorban untuk
kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.

(3) Mengembangkan rasa cinta tanah air dan bangsa.

(4) Mengembangkan rasa bangga terhadap bangsa
dan tanah air Indonesia.

(5) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

(6) Mengembangkan
persatuan Indonesia yang berdasar pada Bhinneka Tunggal Ika.

(7) Memajukan pergaulan demi
persatuan dan kesatuan bangsa.

  1. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
    Permusyawaratan /Perwakilan (1) Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap warga
    negara Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.

(2) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.

(3)Mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

(4) Musyawarah untuk mufakat dilandasi semangat kekeluargaan.

(5) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dihasilkan dari
musyawarah.

(6) Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab, menerima dan
melaksanakan hasil keputusan rapat. keputusan musyawarah.

(7) Dalam musyawarah,
kepentingan bersama diutamakan dari pada kepentingan pribadi dan golongan.

(8) Permusyawaratan
dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.

(9) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada
Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai
kebenaran dan keadilan dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi
kepentingan bersama.

(10) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercaya untuk
melaksanakan permusyawaratan.

  1. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

(1) Mengembangkan perbuatan mulia, yang
mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan serta gotong royong.

(2) Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.

(3) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

(4) Menghormati hak orang lain.

(5) Suka menolong
orang lain agar dapat berdiri sendiri.

(6) Tidak menggunakan hak milik
untuk usaha yang bersifat memeras orang lain.

(7) Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat boros dan
gaya hidup mewah.

(8) Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan atau merugikan
kepentingan umum.

(9) Suka bekerja keras.

(10) Suka menghargai hasil karya
orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

(11) Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan
keadilan sosial.

Jika kita melihat dan mrmbaca Tri Sandi Gajah Kencana dengan membandingkan dengan P4 Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila sungguh perbuatan naif yang dilakukan Amin Rais dan MPR 2002 yang dengan sembrono dan tidak bertanggung jawab menghapus P4 apa yang salah dengan P4 apakah 45 butir P4 ada yang salah? Jadi kalau sekarang bangsa ini rusak dititik nadir salah satu sebab dihilangkan nya P4.

KESIMPULAN

Presiden Prabowo harus berani mengembalikan P4 Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Jika di jaman Majapahit saja mampu menciptakan manusia yang mempunyai karakter paripurna sehingga bisa menyatukan kepulauan Nusantara tanpa alat komunikasi yang canggih, harus nya kita punya Lemhamnas hanya melahirkan para koruptor dan pengkhianat bangsa ini. Kenyataan yang tidak bisa dibantah apa para pemimpin yang koruptor itu tidak pernah ikut Lemhamnas ?
Kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia jika bangsa ini punya karakter Pancasila bukan karakter Maling dan pengkhianat bangsa nya.
Tidak ada jalan lain selain kita kembali menjadi bangsa yang bermartabat yang berdasarkan UUD 1945 dan Pancasila.

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca