
Semut Ibrahim Mediatama| Bandung – Muhammadiyah, sebuah organisasi keagamaan yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan di Yogyakarta, pada Selasa, 18 November 2025 genap berusia 113 tahun, hal ini sesuai dengan dokumen Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah Bab I Pasal 2, Muhammadiyah ditetapkan berdiri pada tanggal 18 November 1912 Miladiyah di Yogyakarta. Secara badan hukum, Kerajaan Belanda mengesahkan legalitas Muhammadiyah pada 22 Agustus 1914.
Dilansir dari situs resmi Muhammadiyah, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti (sekarang Mendikdasmen) ketika dalam forum silaturahim dan peringatan Milad 112 Muhammadiyah versi kalender Hijriyah oleh Universitas Muhammadiyah Gresik mengungkapkan alasan dibalik pemakaian kalender Masehi sebagai tanggal milad.
“Milad Muhammadiyah secara resmi mengikuti sesuai izin yang diperoleh Muhammadiyah pada tanggal 18 November. Tetapi tidak apa-apa juga melaksanakan perayaan kalender hijriyah karena ini mu’amalah duniawiyah oleh karena itu antum a’lamu bi umuri miladikum, anda lebih tahu tentang urusan milad Muhammadiyah,” candanya.
Tahun ini, Muhammadiyah genap berusia 113 tahun. Selama lebih dari satu abad, organisasi Islam modern ini telah menorehkan berbagai karya nyata bagi umat dan bangsa, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, serta kebangsaan.
Mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, milad ke-113 menjadi momentum refleksi dan afirmasi komitmen Muhammadiyah dalam memperkuat kontribusinya bagi kemajuan Indonesia.
Resepsi nasional milad Muhammadiyah tahun ini akan digelar di Kampus Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, pada 18 November 2025. Acara ini diharapkan menjadi ajang besar yang tidak hanya memperingati usia panjang Muhammadiyah, tetapi juga menampilkan semangat inovasi dan kemajuan yang menjadi ciri gerakan ini.
Ketua Panitia Pelaksana Lokal Milad ke-113 Muhammadiyah Herry Suhardiyanto menyampaikan bahwa UM Bandung, selaku tuan rumah, menggelar pameran inovasi dan teknologi sebagai bentuk konkret dari tema besar milad tahun ini. Pameran tersebut mengusung subtema “Innovation and Technology for Prosperity” yang merefleksikan peran Muhammadiyah dalam mendorong kemajuan bangsa melalui teknologi dan inovasi sosial.
Pameran ini terbagi ke dalam tiga klaster utama, yakni klaster ekonomi menengah dan kecil, klaster perguruan tinggi, serta klaster lembaga keuangan. Setiap klaster dirancang untuk memperlihatkan sinergi antara dunia pendidikan, pelaku usaha, dan lembaga keuangan dalam membangun kesejahteraan masyarakat berbasis inovasi.
Dalam klaster ekonomi menengah dan kecil, pameran ini diikuti pelaku UMKM dari Kota Bandung yang menampilkan beragam produk kreatif dan berbasis teknologi. Selain itu, Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) dari berbagai daerah di Indonesia juga turut berpartisipasi, menampilkan hasil riset dan inovasi teknologi unggulan kampus masing-masing.
Herry menyampaikan bahwa resepsi milad tingkat nasional ini akan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, mulai dari menteri dan wakil menteri hingga pejabat nasional dan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi. Kehadiran mereka diharapkan menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan Muhammadiyah dalam mendorong kesejahteraan bangsa.
“Memasuki abad kedua pergerakannya, Muhammadiyah kini telah menjelma menjadi gerakan global. Melalui program internasionalisasi, Muhammadiyah telah hadir di berbagai benua, yaitu Eropa, Asia, Afrika, hingga Australia,” imbuh Herry.
Di Eropa, kata Herry, Muhammadiyah membeli sebuah gereja untuk dijadikan masjid (Katedral Santo Justus dan Santo Pastor-red). Di Australia, mendirikan sekolah dasar, sedangkan di Malaysia berdiri Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) sebagai bukti kiprah pendidikan internasionalnya.
Secara nasional, Muhammadiyah telah mendirikan ratusan perguruan tinggi dan rumah sakit juga Lembaga Pendidikan di tingkat dasar dan menengah serta koperasi, panti asuhan, dan layanan sosial lainnya menjadi bukti nyata dedikasi Muhammadiyah untuk kemanusiaan.
Selamat milad Muhammadiyah, teruslah menjadi pencerah dan motor kemajuan bagi umat dan dunia.(SIM/Jabar)
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.