
Oleh Prihandoyo Kuswanto, Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Panca Sila
PENDAHULUAN
Bagi kita yang mempelajari ajaran Soekarno maka kristalisasi dari ajaran Soekarno adalah UUD 1945. Ajaran Pancasila Soekarno adalah lima prinsip dasar negara yang diusulkan pada 1 Juni 1945, yaitu Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme (Perikemanusiaan), Mufakat (Demokrasi), Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Soekarno menggariskan bahwa Pancasila adalah landasan filosofis (“philosophische grondslag”) yang sedalam-dalamnya untuk membangun Negara Indonesia merdeka yang kekal dan abadi. Didalam konsep Pancasila sebagai dasar Negara tidak dibuat sendiri oleh Bung Karno sebab kata Bung Karno sesuatu dasar negara akan mudah pecah jika dianggit sendiri
APA SEBAB NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERDASARKAN PANCA SILA?
”Cuplikan Amanat PJM Presiden Soekarnopada 24 September 1955di Surabaya… “ Saya ingin membentuk dasar satu wadah yang tidak retak, yang utuh, yang mau menerima semua masyarakat Indonesia yang beragam-aneka itu dan yang masyarakat Indonesia mau duduk pula di dalamnya, yang diterima oleh saudara-saudara yang beragama Islam, yang beragama Kristen Katolik, yang beragama Kristen Protestan, yang beragama Hindu-Bali, dan oleh saudara-saudara yang beragama lain, –Yang bisa diterima oleh saudarasaudara yang adat-istiadatnya begitu, dan yang bisa diterima sekalian saudara.Saya tidak mencipta Panca Sila Saudara-saudara. Sebab sesuatu yang dasar negara ciptaan tidak akan bertahan lama. Ini adalah satu ajaran yang dari mula-mulanya kupegang teguh.Jikalau kamu hendak mengadakan dasar untuk sesuatu negara, dasar untuk sesuatu wadah – jangan bikin sendiri, jangan anggit sendiri, jangan karang sendiri.Selamilah sedalam-dalamnya lautan daripada sejarah! Gali sedalam-dalamnya bumi daripada sejarah! Aku melihat masyarakat Indonesia, sejarah rakyat Indonesia. Dan aku menggali lima mutiara yang terbenam di dalamnya, yang tadinya lima mutiara itu cemerlang tetapi oleh karena penjajah asing yang 350 tahun lamanya, terbenam kembali di dalam bumi bangsa Indonesia ini.
Aku oleh sekolah Tinggi Universitas Gajah Mada dianugerahi gelar Doktor Honoris (titel Doktor kehormatan) dalam ilmu ketatanegaraan. Promotor Tatkala Prof. Mr. Notonegoro mengucapkan pidatonya pada upacara penyerahan gelar Doktor Honoris Causa, pada saat itu dia berkata : “Saudara Soekarno, kami menghadiahkan kepada saudara gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dalam ilmu ketatanegaraan, oleh karena saudara pencipta Panca Sila”.
Di dalam jawaban itu aku berkata : “Dengan terharu aku menerima gelar Doktor Honoris Causa yang dihadiahkan kepadaku oleh Universitas Gajah Mada, tetapi aku tolak dengan ucapan tegas Profesor Notonegoro, bahwa aku adalah pencipta Panca Sila”.
Aku bukan pencipta Panca Sila. Panca Sila diciptakan oleh bangsa Indonesia sendiri. Aku hanya menggali Panca Sila daripada buminya bangsa Indonesia. Panca Sila terbenam di dalam bumi bangsa Indonesia 350 tahun lamanya, aku gali kembali dan aku sembahkan Panca Sila ini di atas persada bangsa Indonesia kembali.
Tidak benar Saudara-saudara, bahwa kita sebelum ada Bung Karno, sebelum ada Republik Indonesia – sebenarnya telah mengenal akan – Panca Sila? Tidakkah benar kita dari dahulu mula, telah mengenal Tuhan, hidup di dalam alam Ketuhanan Yang Maha Esa? Kita dahulu pernah menceritakan hal ini panjang lebar.
Bukan Anggitan Baru. Bukan karangan baru. Tetapi sudah sejak dahulu mula bangsa Indonesia adalah satu bangsa yang cinta kepada Ketuhanan. Yah kemudian Ketuhanannya itu disempurnakan oleh agama-agama. Disempurnakan oleh Agama Islam, disempurnakan oleh agama Kristen. Tetapi dari dahulu mula kita memang adalah satu bangsa yang berketuhanan.
Demikian pula, bukankah benar bahwa kita ini dari dahulu kala telah cinta ke Tanah Air dan Bangsa? Hidup di dalam alam kebangsaan?
Undang Dasar 1945 adalah satu pengejawantahan kita punya isi jiwa yang sedalam-dalamnya, satu Darstellung kita punya deepest inner self. 17 Agustus 1945 mencetuskan keluar satu proklamasi kemerdekaan beserta satu dasar kemerdekaan.
Proklamasi 17 Agustus 1945 adalah sebenarnya satu proclamation of independence dan satu declaration of independence. Bagi kita, maka naskah Proklamasi dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah satu.
Bagi kita, maka naskah Proklamasi dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 tak dapat dipisahkan satu dari yang lain. Bagi kita, maka naskah Proklamasi dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah loro-loroning atunggal.
Bagi kita, maka proclamation of independence berisikan pula declaration of independence. Lain bangsa, hanya mempunyai proclamation of independence saja. Lain bangsa lagi, hanya mempunyai declaration of independence saja. Kita mempunyai proclamation of independence dan declaration of independence sekaligus.
Proklamasi kita memberikan tahu kepada kita sendiri dan kepada seluruh dunia, bahwa rakyat Indonesia telah menjadi satu bangsa yang merdeka.
Declaration of independence kita, yaitu terlukis dalam Undang-Undang Dasar 1945 serta Pembukaannya, mengikat bangsa Indonesia kepada beberapa prinsip sendiri, dan memberi tahu kepada seluruh dunia apa prinsip-prinsip kita itu. (pidato Soekarno).
PAK HARTO MENJAGA AJARAN BUNG KARNO
Apa yang dilakukan oleh pak Harto terhadap ajaran Bung Karno yang terkristalisasi pada UUD 1945 dan Pancasila. Tentang UUD 1945 agar tidak mudah di amandemen dibuatlah Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1983 tentang Referendum dan UU No. 5 Tahun 1985 tentang Referendum upaya untuk melindungi UUD 1945.
Tetapi Reformasi telah melakukan kejahatan dengan Kudeta konstitusi terhadap UUD 1945 dengan dibungkus amandemen UUD 1945 .Yang didahului dengan mencabut Tap MPR dan UU tentang Referendum. Barulah merela melakukan kudeta konstitusi yang dibungkus Amandemen UUD 1945 yang dimotori oleh PDIP dengan ketua fraksinya Jakob Tobing tanpa sadar Megawati telah menghancurkan ajaran Soekarno.
-Atma_
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.