Oktober 10, 2026

—- Sutoyo Abadi : 22.10.2025

Gambar ilustrasi

Diskusi Kajian Politik Merah Putih pada Minggu malam 19/10/2025, dari niat awal akan bahas satu tahun pengabdian Presiden Prabowo Subianto, tiba tiba belok arahnya pada judul LBP Kampungan : “Pasca rencana pendirian family office dan bayar utang Whoosh ditolak Purbaya Yudhi Sadewa. Kapan LPB akan menuduh Purbaya dan Prabowo Subianto kampungan”

Politik kampungan,  dapat memiliki dua makna utama : makna positif sebagai politik yang berakar kuat pada nilai-nilai lokal dan gotong royong, seperti konsep “Kampung Demokrasi,” atau makna negatif untuk menggambarkan gaya politik yang dianggap primitif, pragmatis, dan hanya berorientasi pada kekuasaan. Makna kedua layak dimiliki LBP.

Proses politik, hukum, ekonomi yang tidak sesuai dengan syahwat LBP, akan dokenai label kampungan…

Proses dan prosedur sah yang dilakukan sesuai mekanisme hukum di KPK, dikatakan oleh LBP bahwa : OTT tidak  efektif, kalau akan bersih – bersih amat di Surga ajalah, kata Luhut di sela acara Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Juli 2023.

Prilaku politik LBP asal cuap cuap dengan arogan dan nada tinggi tanpa basis keilmuan yang memadai layaknya seperti komandan GALI ( Gabungan Amal Liar ). Tidak memiliki wawasan luas, hanya mengandalkan tudingan, dan tidak mampu menyelesaikan masalah dengan solusi yang konstruktif, asal nyosor menuduh siapapun yang dianggap sebagai lawannya itu Kampungan

LBP makin liar merasa tanpa lawan tanding sebagai komandan  Geng Jokowi   ( GengJo ), perilaku, sikap dan ucapannya asal nabrak, hanya bisa melontarkan istilah “kampungan” saat menyerang  lawan politiknya.

Saat rakyat mendorong Gibran anak haram konstitusi, indikasi kuat tidak memiliki ijazah setara SMA, lolos sebagai wakil Presiden. Otak LBP macet total untuk bisa memahami terjadinya proses politik kampungan yang dilakukan MK atas rekayasa Jokowi dugaan kuat dengan bantuan mentornya LBP.

LBP berkomentar bahwa keributan seputar isu tersebut sebagai sikap yang tidak pantas dan menyerukan agar semua pihak kompak mendukung pemerintahan yang sedang berjalan. Lagi lagi kamus kucluknya menuduh keributan itu kampungan.

Mei 2025, Ia mengomentari 8 ( delapan ) kritik dari LPP  – TNI, termasuk makzulkan Gibran, dianggapnya kampungan. LBP  tidak pernah bisa sadar diri ucapannya kampungan itu cermin ketololannya. Dia melecehkan para seniornya yang jauh lebih arif, bijak dan berjiwa negarawan

LBP merasa gagah dan jumawa sebagai bandit oligarki dan RRC, pada Juni 2023 indikasi kuat sebagai gembong operator koruptor kelas kakap menguasai sumberdaya alam bersama para koruptor. Menghindari api menyambar dirinya duluan menyerang dengan cara kampungan mengatakan  “Jangan politik-politik kampungan lah, bikin satu sama lain masuk penjara”.

Juli 2023, LBP masih sebagai Menko Bidang Maritim dan Investasi,
 Ia menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) “kampungan” setelah AHY menuding ada upaya penguasa untuk menjegal pencalonan Anies Baswedan dalam Pilpres 2024. 

Celaka otak kampungan model  LBP, perilakunya liar, bengis, pemarah dan kampungan bukan hanya kampungan tetapi sangat primitif logikanya.

LBP diduga kuat terkena virus : Defense mechanism (mekanisme pertahanan)  adalah cara-cara tidak sadar yang digunakan seseorang untuk melindungi diri dari perasaan yang tidak menyenangkan atau situasi yang mengancam. Mekanisme ini membantu individu mengatasi stres emosional dan menjaga harga diri, tetapi penggunaan yang berlebihan akan berdampak negatif pada kesehatan mental dan hubungan sosial*.

Kapan LBP akan menuduh atau masih bergaya jagoan akan menuduh Purbaya atau Prabowo Subianto kampungan ❓

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca