
EMT (Emergency Medical Team) Muhammadiyah berkembang dari sejarah panjang amal usaha Muhammadiyah di bidang kesehatan, yang dimulai dengan pendirian Klinik Muhammadiyah pertama pada tahun 1923.
EMT Muhammadiyah merupakan bagian dari Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)/Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Muhammadiyah, sebuah lembaga penanggulangan bencana yang secara profesional mengirimkan tim medis dalam misi kemanusiaan di dalam dan luar negeri, seperti ke Pakistan, Nepal, Turki dan lain-lain.
Diinisiasi dari tim kesehatan Muhammadiyah untuk Gaza 2009, Topan Filipina 2013, Gempa Bumi Nepal 2015 dan Layanan Pengungsi Rohingya di Bangladesh 2017.
Dicanangkan mulai tahun 2016, ditempa jeda COVID-19 yang sempat menunda verifikasi di tahun 2019. Diuji di kancah global melalui respons gempa Turki 2023. EMT Muhammadiyah tak henti berjuang dalam pengabdian.
Kini, kita melangkah ke tahapan akhir Verifikasi WHO. Mohon doa dan dukungan, agar EMT Muhammadiyah menjadi Berstandar Internasional Pertama Di Indonesia – ini menjadi Hadiah Persyarikatan Muhammadiyah di Milad 113 tahun ini untuk menorehkan tinta emas bagi bangsa dan kemanusiaan.

Dilansir dari website resmi Muhammadiyah; Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, menyampaikan bahwa gladi lapang ini menjadi momentum penting dalam memastikan kesiapan EMT Muhammadiyah menuju verifikasi WHO.
Kegiatan gladi lapang yang dilaksanakan pada 15–17 September 2025 di Lapangan Sumbersari, Yogyakarta, ini merupakan tindak lanjut dari hasil pre-verifikasi WHO pada 9–10 Juli 2025 lalu. Dengan dukungan Robert Koch Institute (RKI), International Search and Rescue (ISAR) Germany, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU), Majelis Dikti PP Muhammadiyah dan Lazismu PP Muhammadiyah, EMT Muhammadiyah dinyatakan layak untuk melanjutkan ke tahap verifikasi penuh agar memperoleh pengakuan resmi internasional sebagai tim medis darurat berstandar WHO.(SIM/red)
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.