Oktober 10, 2026

— Sutoyo Abadi : 24.09.2025

Presiden Prabowo masih memberikan ilusi bahwa masa depan Indonesia cerah. Mungkin  Prabowo  hanya terinspirasi prediksi Goldman Sachs, perusahaan investasi dan keuangan dunia, yang memproyeksikan Indonesia sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2050 mendatang.

Sangat terasa hanya provokasi politik yang meninabobokan dengan tujuan tertentu. Sejak rezim Jokowi telah menggadaikan kedaulatan bangsa dan negara, menyerahkan kelola dan kendali negara kepada kapitalisme Oligarki yang sangat kejam, keras dan ekstrim menguasai Indonesia.

Fenomena semakin berbahaya ketika DPR, yang seharusnya menjadi benteng rakyat, justru berubah menjadi perpanjangan tangan oligarki. “DPR dikuasai partai bandit politik, fungsinya hanya menjadi stempel pemerintah, bukan lagi representasi rakyat. Produk legislasi sesuai pesanan asing dan oligarki. Negara dalam kendali  kombinasi antara dominasi kapitalisme Barat, bayang-bayang komunisme”.

Utang luar negeri membengkak eksploitasi SDA oleh oligarki, serta regulasi ekonomi tetap tunduk pada lembaga internasional. Liberalisme, sekularisme, dan demokrasi liberal dijadikan standar.

“Komunisme gaya baru hadir dalam bentuk sekularisme ekstrem, pembungkaman kritik, dan stigmatisasi terhadap umat Islam.”

Pancasila di marginalikan, berkembang paham kapitalisme, komunisme, oligarki bersenyawa dalam tubuh kekuasaan. Sayup-sayup dari semua penjuru negeri  terdengar seruan dalam kondisi darurat “Nepalkan rezim omon – omon, DPR korup, pejabat negara foya – foya diatas penderitaan rakyat, bandit partai politik, aparat keamanan menjadi satpam dan herder oligarki“.

Paska berlakunya UUD 2003, negara telah tersesat terlalu jauh. Jalan keluarnya ada dua pilihan :

Pertama, kembali pada Pancasila dan UUD 45 (asli) kalau tetap di abaikan, opsi Kedua, Nepalkan Indonesia dengan revolusi total. Tanpa dua pilihan diatas negara akan terus berada di simpang jalan dan negara terancam bubar.

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca