Oktober 10, 2026

— Sutoyo Abadi : 15.09.2025

Dalam logika dan filsafat, paradoks dapat berupa kalimat yang tidak mungkin benar tetapi juga tidak mungkin salah.

Gambar ilustrasi

Ada  pepatah yang digunakan oleh pengusaha keturunan Cina “jangan taruh semua telur Anda dalam satu keranjang”. Paradoksnya “Jangan-jangan Presiden Prabowo mengidap anxiety disorder atau gangguan kecemasan. Cemas dengan telor oligarki hitam yang akan menetas dimana mana”

Padahal Prabowo telah membuat buku tentang Paradoks Indonesia. Dalam buku ini menguraikan paradoks di mana Indonesia, meskipun kaya akan sumber daya alam dan manusia, masih banyak rakyatnya yang hidup dalam kemiskinan.

Sosiolog Robert K. Merton dengan teori strain mungkin bisa menolong menjelaskan peristiwa paradoks terjadinya demo besar. Dalam situasi di mana masyarakat merasa dimiskinkan, tertindas, terpinggirkan, atau tidak mendapat keadilan, amuk bisa menjadi bentuk ekspresi ekstrem.

Buku Paradoks Indonesia mendapatkan referensi dari buku “The Mandate of Heaven” :  -“Jika suatu kejahatan dibiarkan sekian lama dan tidak ada yang bertindak, maka diperlukan kejahatan yang jauh lebih besar untuk dihentikan dan kejahatan itu nantinya akan jadi kebenaran”_.

Presiden Prabowo tidak boleh melakukan kejahatan yang lebih besar tetapi harus bertindak tegas, lugas dan cepat, terlambat nasibnya akan berakhir seperti mertuanya sendiri Soeharto.

Presiden Prabowo Subianto jadi aneh dan lucu kalau ragu ragu dengan paradoksnya sendiri. Presiden tidak boleh jadi pelawak lho.

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca