Oktober 9, 2026

Opini // semutibrahim.com

Suatu ketika ditengah hiruk pikuk ketidakpastian arah bangsa, ada sedikit terlintas dalam benak saya yang akan saya tuliskan ini, Ialah dibalik gaya kepemimpinan Prabowo Subianto. Ada pertanyaan yang mudah di jawab, kenapa Pak presiden Prabowo pernah dalam pidato memuji Jokowi, bahkan memuji kinerja para menterinya, jawabannya tentu tidak jauh-jauh karena tersandera, balas jasa dan Kelanjutan.

Namun ada pertanyaan yang cukup sulit untuk mengurai jawabannya, tatkala para kabinetnya terutama titipan Jokowi ini melakukan berbagai kebijakan yang memantik amarah rakyat, apa maksud daripada para menteri ini kompak membuat kebijakan atau pernyataan yang dapat berpotensi menimbulkan gejolak amarah rakyat dan hilangnya legitimasi kepemimpinan Prabowo? Ada apa dibalik ini semua? Strategi penggilingan Prabowo? Kenapa Prabowo terkesan diam? Apakah seorang mantan Danjen Kopasus tidak menyadari hal ini?

Saya kok ragu seorang mantan prajurit dari satuan pasukan elite yang ditempa strategi sandi Yudha tidak mengetahui hal ini. Sekaligus ada keraguan jika pak Prabowo tidak memiliki jiwa cinta tanah air dan rakyatnya, setelah abolisi tom Lembong, penangkapan 2 ton narkotika oleh BNN secara senyap, penjagaan kejaksaan oleh TNI, mutasi Pati dikalangan TNI,di tempatkan nya dirjen bea cukai dari TNI, dan mungkin masih banyak lagi yang tersembunyi, poin nya adalah prabowo lebih menonjolkan TNI daripada polri, kita semua tau bahwa polri itu institusi yang paling dimanjakan di era rezim jokowi, bahkan sudah bisa dibilang sebagai alat pukul Jokowi.

Berprasangka Baik

Saya berasumsi positif dalam hal ini, andai Prabowo menganggap Jokowi adalah lawan politik, tentu yang dihadapi ini berat, sebab Jokowi tidak sendiri, ada peran oligarki dan Tiongkok yang sekarang masih mencengkram Indonesia melalui tangan Jokowi, sehingga Prabowo kemungkinan dengan sangat terpaksa merangkul Amerika dengan kesepakatan tertentu yang mungkin saja keputusannya menyakitkan bagi rakyat, namun apa boleh buat, dominasi cengkraman oligarki dan Tiongkok ini sudah sangat kuat di indonesia, dan perlu disadari juga bahwa bangsa Indonesia sampai saat ini belum bisa menjadi bangsa yang mandiri, berdiri di kaki sendiri, sehingga tidak ada jalan lain kecuali mencari dukungan negara lain yang sepadan dengan Tiongkok.

Mari kita kilas balik ke sejarah pasca GESTAPU 1965, namun saya persingkat saja, yaitu apa yang dulu pernah dilakukan oleh Presiden ke 2 Republik Indonesia, pada saat rakyat banyak yang kelaparan, dan dalam pengaruh kuat RRC melalui agennya di Indonesia yaitu partai komunis Indonesia yang dipimpin Dipa Nusantara Aidit. Pak Harto di awal-awal menjabat presiden juga melakukan kerjasama dengan Amerika, untuk membebaskan bangsa Indonesia dari cengkraman RRC dan komunis di Indonesia, Amerika menawarkan senjata dan teknologi, sementara pak Harto menawarkan kontrak tambang, salah satunya PT. Freeport Indonesia. namun pak Harto tidak minta senjata atau teknologi, yang dia minta adalah beras untuk makan rakyatnya, singkat cerita, lambat laun dominasi RRC dan komunis dapat di hilangkan dari Indonesia.

Kemungkinan

Mungkin inilah yang bisa menjadi referensi atas pendapat saya, bahwa pak Prabowo hanya menginginkan jadi presiden, menginginkan dapat dikenang di sisa-sisa hidup sebagai pemimpin yang rela mempertaruhkan namanya seburuk-buruknya, sejatuh-jatuhnya demi terlepas daripada cengkeraman oligarki dan Tiongkok yang sudah menikmati SDA (Sumber Daya Alam) Indonesia sangat banyak, Mungkin jika di uangkan bisa ribuan trilyun. Persiapan-persiapan yang di lakukan di tubuh TNI sebagai kekuatan untuk melepaskan diri dari cengkeraman itu tentu dirahasiakan, kita mengetahui hanya sedikit.

Dan terahir, kemungkinan besar pak Prabowo akan mengundurkan diri setelah misinya selesai, menjalani hari tuanya bersama ibu Titiek Suharto dan anaknya, dan sekaligus diadakan pilpres di tahun 2027/2028.

Tanah Bumbu, 12 Agustus 2025

Penulis : SI_NEWS KALTIM, Editor SI_NEWS JABAR, REDAKSI PUSAT JAKARTA


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca