Oktober 9, 2026
Kartu ujian PPPK milik Rizal Adi Setiyawan yang di edit biodatanya menjadi biodata korban, namun pada QR-code (dalam lingkaran merah) jika di pindai masih tertera nama RIZAL ADI SETIYAWAN

SIM | Serang, Banten – Gaduh percaloan PPG (Pendidikan Profesi Guru) dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) di Banten memakan korban beberapa orang guru oleh R A S, oknum staf dindik Banten.

Dalam penelusurannya, redaksi mendapati beberapa guru SMK dan SMA swasta di Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang yang menjadi korban penipuannya.

Modus Operandi

Profil Rizal Adi Setiawan, oknum Staf dindik Banten

Rizal Adi Setiyawan (R A S), oknum Staf Dinas Pendidikan Provinsi Banten menawarkan bantuan dan menjanjikan bisa menembus jalur khusus Pendidikan Profesi Guru (PPG) kepada guru-guru SMA dan SMK Swasta di Banten dengan membayar sejumlah uang sebagai jasa. Dengan membayarkan nominal sekian juta (sumber tidak berkenan besaran nominal di publish) guru-guru (korban) di janjikan akan lulus PPG, sertifikat akan dikirim langsung dari LPTK ke sekolah, tanpa melalui proses yang seharusnya alias jalur tol.

Tidak hanya jalur tol PPG yang di janjikannya, oknum tersebut juga menawarkan membantu guru yang ingin lolos PPPK dengan membayar puluhan juta rupiah, penelusuran redaksi, ada seorang guru yang tidak bersedia disebut namanya di salah satu SMK di Kota Tangerang Selatan yang menjadi korbannya.

Tak tanggung-tanggung, oknum dindik Banten (RAS) tersebut bahkan telah mengirimkan kartu ujian PPPK kepada korban setelah dilunasi uang sogok tersebut, namun sebelum tiba waktu ujian sang oknum memberitahukan bahwa ujian di tunda, dan proses PPPK akan di lanjutkan di tahap tiga yang akan datang.

Karena kecewa, maka korban kemudian memindai QR-code yang tertera di kartu ujian yang diterimanya ternyata muncul nama RIZAL ADI SETIYAWAN, bukan nama korban yang di janjikan lolos PPK tersebut. Oleh karena itu maka bisa di simpulkan bahwa oknum tersebut diduga kuat memang sengaja atau berniat menipu korban dengan cara mengedit kartu ujiannya sendiri (file pdf) dengan mengganti bio datanya menjadi biodata korban, namun tidak berhasil mengedit QR-code yang tertera di kartu ujian tersebut.

Dalam penelusuran diketahui bahwa oknum Dindik Banten tersebut (RAS) adalah juga peserta PPPK yang telah dinyatakan lulus dan rencananya akan di lantik pada bulan Agustus 2025 ini, namun dari informasi yang kami dapati dari salah seorang staf dindik bahwa oknum tersebut belum di Lantik sampai hari ini dan sudah SP-3.

Tak cukup sampai disini, oknum juga mengutip uang pelicin guna memuluskan program inpasing guru-guru yang sudah sertifikasi, namun sampai dengan artikel ini diterbitkan ternyata ada beberapa guru yang tidak berhasil inpasingnya alias gagal.

Rizal Adi Setiyawan, oknum dinas tersebut juga membuka jasa perpanjangan IOP (Izin Operasional Pendidikan/Sekolah), dengan membayar uang jasa 5 juta rupiah maka izin operasional sekolah yang sudah mati bisa di perbarui kembali. Salah satu SMA Swasta di Ciputat Kota Tangerang Selatan menjadi korbannya.

Redaksi SIM mendampingi salah seorang Kepala TU di salah satu SMA Swasta Kota Tangerang Selatan mengunjungi kantor Dinas Pendidikan Provinsi Banten untuk menemui oknum guna menggali keterangan dan klarifikasi, namun oknum tersebut ternyata sudah tidak lagi di bagian PTK dan didapati informasi telah di pindah tugaskan di bagian kebudayaan, di lantai tiga. Ketika redaksi memasuki ruang kebudayaan dan bertemu dengan beberapa staf, menanyakan keberadaan Rizal Adi Setiawan didapati informasi bahwa nama tersebut tidak ada, atau tidak pernah masuk kantor sejak penempatan di bidang kebudayaan tersebut.

Redaksi berusaha untuk menghubungi pelaku baik melalui telpon maupun pesan WhatShapp namun tidak ada respon, bersama seorang kepala TU salah satu SMA Swasta redaksi melanjutkan penelusuran kerumah oknum (RAS) di Perumahan Persada, Pakupatan-Serang, namun didapati rumah kosong, menurut informasi para tetangga ternyata memang rumah tersebut sudah lama tidak di huni.

Pertanyaannya, apakah oknum ini bermain sendiri? Atau ada backup atau melibatkan staf lainnya di Dinas Pendidikan Provinsi Banten?

Redaksi akan melanjutkan investigasi kasus ini dan mengumpulkan bukti-bukti sebagai bahan laporan.

Nantikan laporan selanjutnya tentang calo PPG dan PPPK di Banten.(red/SIM)


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

1 thought on “Terbongkar, Mafia PPG dan P3K Oknum Staf Dindik Banten”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca