Oktober 9, 2026

Oleh : Atma

Namanya Raka, usianya 26 tahun. Sehari-hari ia dikenal sebagai wartawan online yang tangguh, berita cepat, liputan tajam, dan selalu hadir di TKP lebih dulu dari media lain. Tapi tak banyak yang tahu, di balik ketikan cepatnya itu, ada perjuangan sunyi yang tak pernah dimuat di halaman depan.

Gambar ilustrasi

Raka tinggal di sebuah rumah kontrakan kecil di pinggiran kota. Ukurannya hanya 3×4 meter, cukup untuk kasur lipat, meja kerja, dan rak buku yang mulai reyot. Setiap akhir bulan, ia selalu berdebar menunggu sisa saldo cukup untuk bayar kontrakan. Kadang harus mengorbankan makan enak demi tidak terusir dari tempat tinggal.

Pekerjaannya tak kenal waktu. Subuh bisa sudah keluar rumah untuk liputan kebakaran, tengah malam masih duduk di depan laptop untuk mengejar deadline.

“Wartawan online itu dituntut cepat, kadang bukan soal benar dulu,” katanya sambil tersenyum getir.

Tapi ada juga bahagia

Ketika artikelnya viral, dibaca ribuan orang dan dikutip media lain, hatinya berbunga. Ketika bisa membongkar kasus pungli di sekolah dasar dan membuat perubahan nyata, ia merasa perjuangannya berarti.

Kadang ada warga yang menyapanya, “Mas Raka ya? Terima kasih beritanya, kami terbantu”. Namun, hidup di kontrakan tetap membayangi. Kontrak kerjanya pun tak tetap. Kadang tiga bulan, kadang enam bulan. Tak ada jaminan hari esok.

“Kalau bukan karena cinta pada profesi ini, mungkin aku sudah pindah kerja dari dulu,” katanya sambil menatap layar ponselnya yang retak.

Hari terus berganti, tapi Raka masih berdiri di tengah medan jurnalisme yang keras. Dalam sunyi dan riuhnya berita, ia tetap mengetik, dengan satu harapan : Semoga suatu hari nanti, ia tak hanya melaporkan kebenaran, tapi juga bisa hidup layak bersamanya.

Land of the brave, 22 April 2025


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca