Pak Cemani adalah Jogja Kita

Al-Kisah, almarhum (Pak Cemani-red) Sebagai suami dan bapak yang berjuang habis-habisan meski jauh dari sempurna.
Menurut informasi Pak RT sebuah rusun di Kota Yogyakarta, -tempat tinggal almarhum, yang sehari-hari dipanggil Pak Cemani-, beberapa hari sebelum wafat Pak Cemani berkirim pesan kepada seorang rekan, hanya satu kata: “ngeliih..”
Oleh rekannya tersebut segera almarhum dibantu bisa mendapatkan makan. Masih menurut Pak RT ada persoalan rumit pada keluarga Pak Cemani, setelah beberapa tahun terkena PHK keluarganya menjadi tidak harmonis, karena kondisi ekonomi, pekerjaannya tidak tentu dan gagal menafkahi keluarga.
Selasa malam ada pesan lagi dari Pak Cemani, juga hanya satu kata: “tuluung..” namun ketika nomernya ditelpon dan dihubungi sudah tidak diangkat, hingga Rabu pagi 9/4/’25 jenazahnya ditemukan dibangunan kosong daerah Pogung.
Kisah hidupnya segelap nama panggilannya Cemani, hidup melawan kerasnya nasib dan berakhir dalam lapar dan kesendirian.
Rakyatmu nGeliih
Dimana kehadiran negara⁉️
Dimana kehadiran Sultan Yogyakarta ⁉️
Oleh : Nol KM Yogyakarta
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.