
Permen di Bungkus Vs Permen Tanpa Bungkus
Semua usia mungkin menyukai permen, dan dalam memilih permen, tentu akan lebih memilih permen yang terbungkus rapi dengan bermacam alasan.
Permen yang terbungkus dengan rapi lebih terjamin dan aman dari paparan debu, lebih higienis dan seterusnya, sehingga tentu lebih baik.
Sementara permen tidak dibungkus atau hanya setengah terbungkus dipastikan mudah terpapar debu, virus, dan seterusnya, dan belum lagi terjamah jemari orang-orang yang tentu tidak steril ketika memilih dan memilahnya.
Sepenggal kisah permen diatas bukanlah sebenarnya permen yang biasa kita jumpai, namun penulis hanya menggambarkan analogi sederhana tentang hijab dan non hijab.
Hijab
Berhijab, identik dengan penutup kepala untuk menutupi rambut wanita di kalangan muslimah yang termasuk dalam golongan aurat muslimah.
Apakah berhijab adalah sebagai trend masa kini?
Sebagian orang secara tidak langsung menganggap hijab sebagai trend masa kini karena kurangnya pemahaman tentang agama Islam, pengaruh media dan lingkungan sosial, kurangnya edukasi tentang hijab, kurangnya interaksi dengan komunitas muslim, dan pengaruh stereotip, doktrin dan prasangka.
Hal ini membuat hijab dipandang sebagai sekedar gaya hidup atau penutup kepala, bukan sebagai bagian dari ajaran agama Islam yang memiliki makna dan tujuan yang lebih dalam.
Bagi umat Islam, Allah SWT mengatur segala aspek kehidupan tanpa pengecualian bahkan dalam berbusana. Allah bukan Tuhan yang sok tahu, akan tetapi Dzat yang maha tahu, lebih mengetahui kebaikan karenanya Allah melengkapi manusia dengan kelebihan diantara semua ciptaan-Nya, yakni berupa akal. Selain daripada itu fitrah bagi kaum muslimah adalah “lembut juga malu”.
Lalu bagaimana mungkin sebagai hamba yang meyakini Islam sebagai Agamanya, namun tidak mengindahkan perintah-Nya?
Berhijab bukanlah trend masa dulu dan sekarang. Berhijab adalah perintah dari sang pemilik jiwa. Dalam Al Qur’an surat An-Nur ayat 31:
“Katakanlah kepada para perempuan yang beriman hendaklah mereka menjaga pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (bagian tubuhnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya (berhijab). Hendaklah pula mereka tidak menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putra-putra mereka, putra-putra suami mereka, saudara-saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara perempuan mereka, para perempuan (sesama muslimah), hamba sahaya yang mereka miliki, para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Hendaklah pula mereka tidak menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”
Hijab trend masa kini? sebagian masih beranggapan demikian, faktor lingkungan juga bisa menjadi pilihan.
Seorang wanita yang beragama Islam (muslimah) memiliki kewajiban untuk berhijab atau menutupi auratnya dengan benar sesuai dengan ajaran Islam. Menutup aurat bukan sekedar membungkus ketat.
Rasulullah saw. menjelaskan seputar batasan aurat kaum muslimah dalam hadisnya berikut ini:
Dari ‘Aisyah r.a. (diriwayatkan) bahwa Asma’ binti Abu Bakar masuk ke tempat Rasulullah saw. dengan memakai baju yang tipis, kemudian Rasulullah saw. berpaling daripadanya dan bersabda, “Hai Asma’, sesungguhnya apabila wanita itu sudah sampai masa haid, tidaklah boleh dilihat sebagian tubuhnya kecuali ini dan ini. Beliau menunjuk kepada muka dan kedua telapak tangannya.” (H.R. Abu Dawud).
Dari hadis di atas dapat disimpulkan bahwa batasan aurat bagi muslimah adalah seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan (beserta punggung telapak tangan).
Hukuman Bagi Muslimah yang Tidak Berjilbab
Allah Swt. akan menimpakan hukuman bagi para muslimah yang enggan atau malas menggunakan jilbab.
Berikut hukumannya yang mudah-mudahan bisa menjadi pengingat diri:
1. Menjadi Penghuni Neraka
Hukuman terberat bagi para muslimah yang tidak berjilbab adalah menjadi penghuni kekal di dalam neraka. Pasalnya, para muslimah tersebut telah mendustakan perintah Allah Swt. dalam Al-Qur’an. “Adapun orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya.” (Q.S. Al A’raf: 36).
2. Tidak Akan Mencium Bau Surga
Hukuman lainnya yang akan diterima wanita muslimah yang tidak mau berjilbab dijelaskan dalam hadis berikut:
“Ada dua kelompok termasuk ahli neraka, aku belum pernah melihatnya: Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengan cambuknya, dan wanita yang kasiyat (berpakaian tapi telanjang baik karena tipis, atau pendek yang tidak menutup semua auratnya), Mailat mumilat (bergaya ketika berjalan, ingin diperhatikan orang) kepala mereka seperti punuk onta yang berpunuk dua. Mereka tidak masuk surga dan tidak mendapatkan baunya padahal bau surga itu akan didapati dari sekian dan sekian (perjalanan 500 tahun).” (H.R. Muslim, Ahmad dan Imam Malik).
Ramadhan yang baru saja kita jalani ini, hendaknya dapat kita petik hikmahnya yang berlimpah.
Ramadhan adalah bulan penuh berkah yang dibagi menjadi tiga fase:
Fase 1; sepuluh hari pertama sebagai rahmat,
Fase 2; sepuluh hari kedua sebagai ampunan, dan
Fase 3; sepuluh hari ketiga sebagai pembebasan dari api neraka.
Rasulullah SAW bersabda: “Awal bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, sedangkan akhirnya adalah terbebas dari neraka.” (HR. Al-Baihaqi)
Akhirnya, dengan bermohon ridho Allah SWT semata, penulis berdoa semoga Allah SWT senantiasa membersamai kita semua, menjaga dan meneguhkan iman, Islam kita, memuliakan kita semua. Semoga Allah senantiasa menjaga Indonesia Raya.
Aamiin
Naskah oleh : Balviyah ‘Abdullah
Baca juga :
- Cara Tuhan Menerangkan Semesta
- KITA DAN ZAKAT
- SHOLAT, PRIVAT YANG MENGGETARKAN JAGAT
- Memuji Rasulullah SAW Itu Sunnah
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.