Oktober 9, 2026

Disampaikan Oleh Yusuf Blegur

Prabowo sepertinya sedang tak sadarkan diri. Puja-puji terhadap Jokowi yang berlebihan, tak berdasar, dan tak sepantasnya yang terlontar dari mulut Prabowo. Telah membangun penilaian massal dan masif tentang dirinya di hadapan publik. Bahwa sejatinya, Prabowo telah merendahkan dirinya sebagai presiden yang juga ketua umum partai politik, serta rakyat, bangsa dan negara Indonesia.

Gambar ilustraai

Seketika, kepercayaan dan ekspektasi tinggi publik terhadap kepemimpinan Prabowo untuk melakukan dekonstruksi dan rekonstruksi Indonesia dari cengkeraman wabah korupsi dan kejahatan sistemik aparatur negara, telah hancur berkeping-keping. Etika, moral dan supremasi hukum yang diharapkan menjadi fundamental kebijakan dan sikap politik Prabowo sebagai presiden, hanya menyisakan reruntuhan. Seiring waktu, kekecewaan dan kemarahan rakyat terhadap Jokowi, kroni, dan oligarki akan mencapai klimaksnya. Menggandeng semua kekuatan progressif revolusioner dan menabrak setiap kontra revolusioner di depannya. Termasuk menggugat Prabowo berada dalam arus yang mana.

Prabowo sepertinya semakin larut terseret dalam pusaran konspirasi dan distorsi Jokowi juga oligarki yang sedang menghadapi arus besar tuntutan pengadilan rakyat. Melakoni peran presiden, Prabowo gagal menyadari dan menempatkan dirinya sebagai pemimpin yang dilahirkan sekaligus mengemban amanat penderitaan rakyat.

Prabowo lebih manut kepada Jokowi dan oligarki. Jika tak mampu melakukan perlawanan dan pengorbanan untuk keluar dari politik sandera Jokowi beserta oligarki demi rakyat, bangsa dan negara Indonesia. Maka Prabowo hanya tinggal menunggu waktu dan sejarah yang akan menulis tentang dirinya. Menjadi penghianat sekaligus penjahat, atau pahlawan di republik ini.

Kini pilihan ada ditangannya. Sebagai presiden, Prabowo mau apalagi…?

Bekasi Kota Patriot
20 Syaban 1446 H/19 Februari 2025

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca