Oktober 9, 2026

Tetesan Tinta Ida

Presiden Prabowo sedang memberikan arahan kepada 1004 Perwira TNI di Istana Bogor. (Foto DANLANAL BINTAN)

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Selama Presiden Prabowo Tidak Mengamputasi Orang Orang Jokowi Di Polri, TNI Dan Kabinet, Maka pemerintahan Prabowo akan stagnan, bahkan bisa lebih buruk.

Saat ini pastinya Indonesia dalam ancaman kedaulatan , OLIGARKI sudah terlalui kuat dalam satu dekade pemerintahan Jokowi *1000 Satuan Komandan dikumpulkan oleh Presiden Prabowo di Istana Bogor, disaat yang sama Dirjend Kemenkeu ditangkap terkait raibnya Jiwasraya 16,8 trilliun dan di malam harinya kantor Menteri ATR terbakar, apakah ini pertanda OLIGARKI sudah berani Melawan NEGARA?

Ada beberapa peristiwa menarik pada tanggal 8 Pebruari 2025 kemarin , Pertama ditangkapnya Isa Martamarwata Dirjen Kementrian keuangan negara atas dugaan korupsi pada kasus Jiwasraya yang merugikan negara 16,8 trilliun rupiah, Isa diketahui menjabat Dirjend Anggaran Kemenkeu sejak tahun 2021, sebuah peristiwa yang mengejutkan karena malingnya berada di lingkungan Kemenkeu yang seharusnya menjadi contoh bagi instansi pemerintahan lainnya.

Peristiwa ke-dua terjadinya kebakaran di kantor kementrian ATR dibagian arsip seluas 8 x 7 M² tentu saja publik mengaitkan peristiwa kebakaran ini adalah upaya pihak-pihak yang kesal terhadap kementrian ATR yang dengan berani mencabut puluhan sertifikat hak guna dan hak milik di atas Laut Pantura Tangerang., tapi pada dasarnya Negara tidak boleh kalah dengan preman meskipun diback up oleh Naga raksasa yang sedang berusaha mengangkangi negara lewat tangan tangan pejabat pengkhianat.

Namun demikian rakyat harus terus mengawal dan mengawasi gerak gerik buzzeer dan orang orang Aguan yang terus melakukan pembodohan publik lewat kuasa hukumnya Moanas Alaidid dengan membelokkan fakta bahwa sertifikat dibuat berdasarkan kepemilikan oleh pemilik tanah yang mengalami abrasi dari tahun ke tahun,ini adalah kebohongan besar antek antek Aguan agar kasus ini bisa dilerai.

Presiden Prabowo sadar bahwa negara dalam ancaman oligarki dan pejabat pengkhianat yang saat ini masih banyak bercokol di birokrasi baik dari bawah sampai pusat, makanya Presiden Prabowo berungkali mengingatkan pada aparatur negara untuk tidak main main dengan amanah rakyat.dan yang terakhir 100 satuan komandan dikumpulkan di istana Bogor mewanti wanti agar aparat untuk berpihak pada negara dan rakyat bukan pada pihak lain, dan Presiden Prabowo dengan tegas meminta pada para Menteri untuk mengembalikan aset negara yang telah dikuasai oleh pihak lain tanpa kompromi.

Sahabat Ida Fillah dan Lillah,

Dua peristiwa di atas semoga menjadikan rakyat lebih jeli, lebih cerdas dan paham bagaimana harus bertindak, bagaimana harus berjuang.

Yang kita hadapi adalah NAGA BUAS DAN LAPAR…dan rakyat harus bisa lebih buas daripada Naga…penuh dengan akal, cerdik dan seimbangkan OTOT dan OTAK.

Teringat Pidato Presiden Prabowo beberapa hari lalu bahwa dengan tegas beliau katakan..silahkan bersih bersih sendiri, atau akan saya bersihkan…dan ini semoga bisa  jadi pegangan rakyat…bahwa beberapa  kalimat sudah beliau keluarkan, adalah kalimat perlawanan terhadap Oligarki.

Waktunya rakyat mendorong dan mengawal terus kinerja presiden Prabowo dalam menjalankan tugas kenegaraan.

Jangan pernah berhenti apalagi menyerah menghadapi kekuatan oligarki yang makin hari makin arogan karena sejatinya mereka bukan siapa-siapa jika rakyat bersatu melawan mereka.

Dan sepertinya bom waktu akan meledak jika presiden Prabowo tidak cepat ambil alih penyelesaian PIK 2 yang menjadi barometer bagi pemerintah kabinet merah putih saat ini.

Tak ada perjuangan yang sia sia teruslah berdiri tegak bersama para penegak keadilan Republik ini.

#AdiliJokowi
#TangkapAguan
#BantenMelawan
#PIK2AncamanNKRI
#RatakanPIK2
#ForumTanahAir
#FTAForBrighterIndonesia
#FAKSI
#KembaliKeUUD1945Asli

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Ida N Kusdianti, Sekjend FTA (Forum Tanah Air)


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca