
JOKOWISME, Tsunami Terakhir Prabowo dan Rakyatnya
Oleh : Nazlira Al-Habsyi, Pegiat Literasi Rakyat
Di menit-menit terakhir menjelang pelantikannya, Prabowo diperkirakan telah mempersiapkan sebuah keputusan besar yang dianggap paling efektif untuk meredakan seluruh badai konflik politik yang menjadi ancaman instabilitas bagi pemerintahannya kedepan.
Kata Kuncinya hanya satu, “SINGKIRKAN JOKOWISME” hingga ke akar-akarnya.
Prabowo bersama para pemikir politik disisinya bukan orang kaleng-kaleng. Mereka tau betul bahwa sumber dari segala sumber konflik, polemik serta carut marut yang mengganggu stabilitas politik dan energi pemerintahan kedepan adalah segala hal yang berbau Jokowisme.
Berkaca dari sejarah masa lalu, jika Prabowo ingin pemerintahannya “tentrem ayem marganing rahayu” (tentram dan nyaman bagi semua orang), maka ia harus menciptakan “sumehing ulat amadhangi jagad” (senyum yang menerangi negeri).
Prabowo wajib mengambil sebuah keputusan yang mampu mengawali senyum dan tarikan nafas lega bagi semua pihak.
Ibarat matahari yang siap untuk memancarkan sinarnya, maka Prabowo harus meredakan badai besar, itu dulu awalnya untuk menyingkirkan petir yang menyambar, gemuruh yang menggelegar serta awan hitam yang menggulung.
Keputusan apa lagi yang mampu membuat semua kutub politik yang berseberangan secara bersamaan “cooling down” selain dari pada menyingkirkan “JOKOWISME”?
Tidak ada..!!.
Dampak manfaat besar dari menjadikan “JOKOWISME” sebagai musuh bersama dan ancaman bagi persatuan dan kesatuan bangsa akan memberi Prabowo Kunci Gerbang Rekonsiliasi Politik Nasional.
Minimal, pada awalnya saja Prabowo telah menuai modal dasar berupa euforia kemenangan, gegap gempita, suka cita bagi rentang panjang diantara kelompok Nasionalis Moderat dan Religius Konservatif sekaligus.
Setelah itu Prabowo bagaikan menerima blangko kosong bagi kursi Wakilnya sebagai Presiden dengan beban resistensi politik yang tidak seberat ketika nama “Fufufafa” menggelayuti kursi Kepresidenan yang akan didudukinya.
Soal mekanisme politik, banyak cara yang bisa ditempuh. Yang jelas, meruntuhkan benteng besar penjara “JOKOWISME” yang menyandera nyaris semua “stake holder” politik nasional bagaikan membuka Bunker Isolasi bagi seluruh Partai Politik, sekaligus membuka lembaran kehidupan baru politik nasional.
Indonesia pasca Jokowisme ibarat sebuah negeri pasca tsunami dua puluh tahun silam. Gelombangnya telah meluluh lantakan segala aspek yang ada, ekonomi, sosial, politik, pendidikan, budaya, agama, pertahanan, keamanan hingga kemajuan teknologi. Butuh bergandengan tangan bagi semua penduduknya untuk membangunnya kembali.
Baca juga :
- WASPADA KOMUNIS GAYA BARU (KGB)
- IKN PROGRAM TIPUAN DAN PENGALIHAN ISU
- REVOLUSI – TANGKAP DAN ADILI JOKOWI
- Initial M, Aktor Intelektual Kejahatan Pilpres 2024
- TITIK NADIR FIR’AUN JAWA
- TINJU TERAHIR RAKYAT UNTUK JOKOWI
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.