Oktober 9, 2026
Masjid Jami’ Arrahman (Masjid Keong) Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan

Bismillahirrahmanirrahim

SEMUT IBRAHIM | Tangerang Selatan – Adalah sudah menjadi hal yang umum dalam ibadah Jum’at, ketika Khatib naik mimbar untuk berkhutbah, kita menyimaknya dengan baik, namun berjalannya waktu ketika kita sedang mendengarkan khutbah tersebut rasa kantuk mulai menyergap, mata menjadi berat dan perlahan mulai lenggut-lenggut (istilah Betawi) bahkan ada yang kemudian pulas tertidur.

Nah, bagimana cara mengatasinya?

Berikut Ustadz al-Hafidz Budi Santoso, Lc., mengajarkan cara mengobati rasa mengantuk ketika sedang mendengarkan khutbah.

OBAT MENGANTUK KETIKA MENDENGARKAN KHUTBAH

1). Berdoa kepada Allah azza wa jalla agar kita dilindungi dari godaan dan rayuan syaiton, karena sungguh tidak diragukan lagi bahwasannya rasa kantuk yang menimpa kaum muslimin ketika duduk di majelis ilmu (khutbah jum’at) disebabkan oleh godaan syaiton.

Perlu kita pahami dan renungkan bahwa ilmu yang bersumber dari alqur’an dan sunnah yang dipahami dengan pemahaman sahabat adalah sumber kebaikan, syaiton selalu menghalangi orang-orang yang beriman dalam mencari ilmu, termasuk ketika mendengarkan khutbah jum’at.

2). Hendaklah kita menyadari bahwasannya para malaikat juga ikut menghadiri dan mendengarkan khutbah jum’at, bila kita mengantuk, apakah kita tak malu kepada mereka?



قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((إذا كان يوم الجمعة قعدت الملائكة على أبواب المساجد، فيكتبون من جاء من الناس على منازلهم، فرجل قدَّم جزورًا، ورجل قدم بقرة، ورجل قدم شاة، ورجل قدم دجاجة، ورجل قدم بيضة، فإذا أذَّن المؤذن وجلس الإمام على المنبر طويت الصحف، ودخلوا المسجد يستمعون الذكر))

Rasulullah shallahu alaihi wa sallam bersabda : “Apabila datang hari jum’at, para malaikat duduk di pintu-pintu masjid, mereka mencatat manusia (kaum muslimin) sesuai dengan (amalan mereka) ada yang (mendapat pahala) seperti (menyembelih) onta, ada yang (mendapat pahala) seperti (menyembelih) sapi, ada yang (mendapat pahala) seperti (menyembelih) kambing, ada yang (mendapat pahala) seperti (menyembelih) ayam, dan ada yang (mendapat pahala) seperti bersedekah sebutir telur, apabila muadzin mengumandangkan adzan, dan imam duduk di atas mimbar, ditutuplah buku catatan amal, (mereka) masuk ke masjid dan mendengarkan peringatan (khutbah)”. [HR. Ahmad]

3). Sadarlah dari kelalaian, hendaklah kita mengingat, bahwasannya yang mengundang dan memanggil kita untuk datang mendengarkan khutbah adalah Allah azza wa jalla, lihat ayat ke 9 dari surat al jumuah.

4). Sadarlah, termasuk musibah yang paling besar, adalah musibah yang menimpa agama kita. Di antara musibah dalam agama adalah ketika ada nasehat kebaikan (khutbah jum’at) disampaikan, akan tetapi kita tidak bisa mengambil manfaat dari kebaikan tersebut.

✏ Ustadz Budi Santoso, Lc. حفظه الله تعالى


Semoga Allah SWT senantiasa menjaga iman Islam kita, ridho dengan amal ibadah kita. Aamiin

Salam ukhuwah #SemutIbrahim


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca