Oktober 9, 2026
InCollage_20240419_142004946

FOTO : ILUSTRASI

Oleh : Sholihin MS _ (Pemerhati Sosial dan Politik)_

Semut Ibrahim | Bandung, 19 April 2024 – Menjadi seorang hakim seharusnya sudah memiliki 4 tingkat kemampuan dalam dirinya :

  1. Tingkat keimanan dan rasa takut kepada Allah dan siksa Allah yang tinggi;
  2. Tingkat pemahaman hukum-hukum Allah, hukum causalitas, dan hukum positif yang tinggi;
  3. Tingkat permenungan, kebijaksanaan dan hikmah yang tinggi;
  4. Tingkat zuhud terhadap dunia dan hawa nafsu yang tinggi.

Jika seorang hakim belum memiliki salah satu dari keempat kriteria di atas, akan sangat berbahaya.

Ibarat sebuah pedang yang sangat tajam yang dipegang oleh orang yang tidak tepat bisa menebas jutaan rakyat tidak berdosa.

Posisi seorang hakim sebagai pemutus perkara terakhir harus benar-benar jujur, adil, bijaksana, dan harus mengutamakan kepentingan kaum lemah dan rakyat tertindas.

Sepertinya Hakim-hakim MK yang sedang menangani sengketa pilpres 2024, ada beberapa hakim yang tidak layak menduduki jabatan hakim MK karena masih bodoh dan dipenuhi nafsu duniawi.

Bahkan masih ada di antara mereka yang konsisten membela penguasa zalim, semestinya mundur saja secara sukarela sebelum membawa bencana bagi seluruh rakyat Indonesia

Ancaman hakim yang membela penguasa dzalim adalah adzab neraka Jahanam. Pada hari kiamat orang-orang yang terzalimi bakal menuntut keadilan.

Hari-hari ini nasib seluruh rakyat Indonesia sedang dipertaruhkan di tangan 8 hakim MK. Jika ada hakim MK berkhianat dan lebih takut intervensi penguasa, yang akhirnya nasib bangsa menjadi hancur, maka para hakim harus bertanggung jawab dunia dan akhirat.

Jika keputusan hakim MK tidak adil dan menyelesaikan masalah bangsa dan negara, hampir dipastikan akan terjadi revolusi. Rakyat tidak bisa terus-menerus ditindas oleh penjajahan China.

Semoga para hakim MK diberi hidayah oleh Allah sehingga bisa memutuskan dengan seadil-adilnya dengan mengutamakan kepentingan rakyat banyak daripada kepentingan China.


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca