Oktober 10, 2026
Hendro, Jokowi dan Megawati – Foto Ist

UNTOLD STORY INTEL HENDRO

Oleh : Palung Mariana

Kemana Hendro Akan Menyusup?

Namanya Tsutomu Shirosaki. Ia merupakan “tentara merah” Jepang. Kejadiannya sekitar 14 Mei 1986. Kala siang bolong pada hari itu, dari sebuah kamar bernomor 827 di lantai 8 President Hotel (sekarang Hotel Pullman), ia bersama dua orang koleganya melepaskan mortir ke 3 arah.

Tiga tempat yang jadi target mortir itu adalah Kedubes Amerika di Jl. Merdeka Selatan, Kedubes Jepang di Jl. M.H. Thamrin, dan Kedubes Kanada di Jl. Sudirman. Ketiga mortir tersebut tak meledak, namun hanya mengeluarkan bunyi seperti petasan dan asap yang mengepul.

Dipecah menjadi 3 tim, gabungan TNI-Polri langsung diperintah merayap memasuki TKP. Tapi kabar mengenai siapa sang pelaku gelap. Karenanya pelacakan dengan metode agen rahasia dibutuhkan dalam kasus-kasus seperti ini. Tentu, TNI menjadi yang terdepan ketimbang Polri dalam urusan intelijen.

Saat itu, kebetulan Hendropriyono menjabat Asisten Intelijen Kodam Jayakarta dan sudah sangat terlatih ihwal perkara kedetektifan karena murid langsung dari tangan dingin Jend. TNI (Purn.) L.B. Moerdani, yang diakui sebagai pelopor intelijen Tanah Air pasca kemerdekaan.

Hendropriyono kemudian turun langsung ke TKP. Terbukti, dalam hitungan hari, ia mampu melacak identitas salah satu pelaku dengan cara rumit melalui laporan saksi mata dan sidik jari. Kendati ke-3 pelaku akhirnya berhasil melarikan diri, namun ke-3 Kedubes sudah kadung kagum dengan cara kerja TNI.

Ke-3 Kedubes takjub dengan Indonesia, yang notabene negara dunia ke-3, mampu mengungkap salah satu pelaku. Sementara yang mengungkapnya siapa lagi kalau bukan Hendropriyono. Dari peristiwa ini, namanya pun melejit dalam urusan intelijen, setidaknya di Asia Tenggara.

Baca juga “Ketua Pemberantasan Korupsi Jadi Tersangka Korupsi”

Moerdani Sang Pembangkang

Hendro pun beberapa kali naik pangkat dalam waktu yang sangat dekat. Namun, karena kedekatannya dengan L.B Moerdani, beberapa tahun berikutnya Hendro dimutasi ke sejumlah daerah.

Sudah menjadi pengetahuan umum, Moerdani dikenal sosok “pembangkang” di mata Suharto. Moerdani dicurigai akan mengkudeta presiden ke-2 itu. Semua yang dekat dengannya kemudian di “sanksi”, termasuk Hendro.

Menurut sejumlah sumber di TNI, salah satu pensiunan jenderal yang saat ini juga menyalonkan presiden di pemilu mendatang itulah yang menjadi sosok informan ihwal adanya upaya kudeta oleh Moerdani kepada Suharto.

Orang-orangnya Moerdani kemudian menjadi musuh bersama. Karena itulah akhirnya mereka mendekat dengan tokoh-tokoh oposisi saat itu sejak akhir tahun 1990an. Di tahun-tahun yang sama, pihak oposisi saat itu adalah Megawati.

Tapi kemudian Hendro mampu memperbaiki lagi hubungannya dengan Suharto melalui Habibi. Nama terakhir dikenal dekat dengan hendro hingga diangkat sebagai Menteri Transmigrasi. Setali tiga uang dengan Hendro, Habibi pun dekat dengan tokoh-tokoh reformasi.

Sementara itu, hubungan Hendro dengan oposisi saat itu sudah terlanjur dan akhirnya membantu PDI-nya Megawati (waktu itu ada 2 PDI: PDI Suryadi dan PDI Megawati-red) masuk parlemen usai Suharto lengser pada 1998. Hendro kemudian ditugasi sebagai Kepala BIN kala Mega menjadi presiden sesaat.

Hubungan mesra Hendro dan Mega pun berlanjut sampai saat ini. Karena itu, dari sinilah Hendro mau membantu Jokowi kala Pilpres 2014. Tapi sayangnya, Jokowi (yang saat itu sama sekali tak dekat dengan Hendro dan rela ia bantu) seucap pun tak pernah menawari Hendro posisi penting. itu juga yang membuatnya disebut “setengah-setengah” saat membantu Jokowi lagi di Pilpres 2019. Dari perjalanan ini pula tak mengherankan mengapa anak-anak atau menantunya justru akan membantu Mega di pemilu tahun depan.

Baca juga “Rakyat Menggugat PEMILU JURDIL”


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca