
Apakah kita termasuk orang yang memiliki kemampuan atau keterampilan berpikir tingkat tinggi atau istilah kerennya adalah Higher Order Thinking Skills (HOTS)? Atau pemikiran kita barangkali belum sampai pada tahapan tersebut. Nah, Jika ingin memiliki kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS) maka kita harus mampu menerapkan cara berpikir logis, rasional, kritis dan kreatif. Kemampuan berpikir tersebut merupakan salah satu pendekatan komprehensif yang tidak dapat muncul dengan sendirinya. Namun melalui proses yang amat panjang di pendidikan sekolah.
Waktu terus berjalan, perkembangan dan pertumbuhan teknologi pun semakin pesat. perkembangan dan kebertumbuhan ini tentu melahirkan banyak permasalahan yang kian kompleks, maka dari itu kebutuhan akan kemampuan berfikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) mutlak di butuhkan untuk menghadapi permasalahan yang semakin mompleks, semakin kompetitif dan menantang, sehingga membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlatih untuk memecahkan berbagai masalah yang akan muncul esok dan masa hadapan dengan cara berpikir komputasional atau Computational Thinking (CT). Berpikir komputasional, secara sederhananya terdiri dari 2 kata penting, yaitu berpikir dan komputasional.
Berpikir adalah suatu proses kognitif yang terjadi antara stimulus dan respon. Selain itu juga terkait dengan aktivitas mental yang terlibat dalam proses berpikir, yaitu menggunakan ingatan tertentu untuk memproses dan menarik informasi yang tersimpan dalam memori otak. Salah satu kualitas berpikir adalah orientasi tujuan, yaitu memikirkan sesuatu untuk memecahkan masalah, agar mendapatkan sesuatu. Selain mengolah dan memanipulasi informasi. Berpikir juga membantu merumuskan masalah, mengambil keputusan (decisions) atau sekedar memuaskan rasa ingin tahu. Sehingga menunjukkan tindakan berpikir ketika seseorang menghadapi suatu masalah yang perlu dipecahkannya dengan segera untuk mencapai suatu tujuan.
Komputasional; komputasional berasal dari kata komputasi, adalah suatu cara perhitungan memecahkan masalah dengan mengumpulkan data terlebih dahulu. Kemudian menentukan pemecahan paling tepat dengan perhitungan algoritma. Secara umum iIlmu komputasi adalah bidang ilmu yang mempunyai perhatian pada penyusunan model matematika dan teknik penyelesaian numerik serta penggunaan komputer untuk menganalisis dan memecahkan masalah-masalah ilmu (sains) secara lebih praktis, dengan menerapkan simulasi komputer atau berbagai bentuk komputasi lainnya untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam berbagai bidang keilmuan. Tetapi dalam perkembangannya berguna juga untuk menemukan prinsip-prinsip baru yang mendasar dalam ilmu. (Sumber: komputasi menurut wikipedia).
Maka ketika seseorang ingin menyelesaikan suatu permasalahan, mereka akan menghubungkan setiap data informasi yang relevan terkait masalah tersebut, untuk menemukan solusi yang paling tepat. Akan tetapi, saat proses berpikir terjadi, juga perlu menjawab pertanyaan dasar, seperti: Apa, Siapa, Mengapa, Bagaimana, Dimana, Untuk apa? dan lain-lain.
Berpikir Komputasional atau Computational Thinking (CT); menurut para ahli:
- Seymoun Papert 1980 dan 1996, mengartikannya Computational Thinking (CT) sebagai seperangkat keterampilan kognitif yang memungkinkan seseorang untuk mengenali pola, memecahkan masalah kompleks dengan serangkaian langkah-langkah kecil. Kemudian mengatur dan membuat serangkaian langkah untuk memberikan solusi dan representasi data melalui proses simulasi. Oleh karena itu, Computational Thinking (CT) sangat amat penting bagi orang yang hidup di abad ke-21 sekarang ini.
- Wing (2006) : Berpikir Komputasional adalah Kemampuan memecahkan masalah dengan merancang sistem dengan konsep dasar permikiran pakar TI akan memikirkan solusi untuk memcahkan masalah. Prosesnya menggunakan Computational Thinking (CT) untuk memecahkan masalah sama dengan menggunakan abstraksi dan dekomposisi. Kedua proses tersebut memberikan kontribusi penting pada representasi data dan pemodelan yang digunakan. Dalam proses berpikir terkomputerisasi, fokusnya adalah bagaimana memecahkan masalah. Kemudian menyelesaikannya, seperti melakukan pengenalan pola masalah dan akurasi langkah-langkah berurutan. Akibatnya, proses Computational Thinking (CT) secara tidak langsung dapat menuntaskan berbagai jenis masalah dengan menerapkan kode pemprograman.
- Blum dan Cortina, 2007 Membuktikan bahwa pola pikir komputasional sangat mirip dan berkaitan dengan pemrograman. Sebab bisa mengembangkan kemampuan pribadi untuk memecahkan dan menemukan solusi alternatif dari masalah yang mereka hadapi.
- Aho (2011) Computational Thinking (CT) adalah cara berpikir dengan mengungkapkan poin-poin penting dari masalah. Sehingga solusi dapat muncul melalui perhitungan komputer dan algoritma. Sedangkan bagian yang penting dari Computational Thinking (CT) adalah menemukan model komputasi yang benar untuk merumuskan masalah dan mendapatkan solusi. Namun, model perhitungan (abstraksi) yang sudah mapan akan terus berubah-ubah karena perkembangan zaman.
- Edwards, 2011; Cara berpikir komputasi sangat multiguna, karena dapat menerapkannya dengan disiplin ilmu yang lain dapat menerapkan cara berpikir seperti komputer melalui disiplin ilmu supaya bisa memecahkan masalah, merancang sistem, menciptakan pemahaman baru, dan meningkatkan pengetahuan dari kemampuan komputasi modern.
- Munir (2013) Teori komputasi adalah cabang ilmu komputer tentang bagaimana menggunakan pemodelan sekuensial untuk memecahkan masalah melalui algoritma.
- Lee, dkk, 2014; Computational Thinking (CT) merupakan salah satu cara unik dalam menemukan solusi saat memecahkan masalah. Selain berguna bagi dunia pemprograman, karena siswa juga memerlukan Computational Thinking (CT) terutama dalam pelajaran matematika.
- National Research Council (NSF) dalam (Toedte & Aydeniz, 2015) Computational Thinking (CT) ; Berpikir seperti komputer tidak hanya berguna bagi para programmer, tetapi juga bagi setiap individu. Penggunaan teknologi di era kecanggihan zaman sekarang, memberikan kemudahan dalam mengelola informasi. Karena proses Computational Thinking (CT) bisa memberikan bantuan bagi seseorang untuk bekerja lebih efektif dan efisien.
- Rachim, 2015: Computational Thinking (CT) bermanfaat dalam melatih otak supaya terbiasa berfikir secara logis, terstruktur, serta kreatif dan membuat siswa lebih pintar serta membuat mereka lebih cepat menguasai teknologi yang terdapat di dekat mereka. Maka dengan mempelajari cara berpikir komputasi memberikan harapan untuk meningkatkan skill seseorang dalam berpikir ketika mengalami sesuatu permasalahan. Selain itu, proses berpikir ini juga sanggup menyokong keahlian orang dalam menggunakan teknologi yang terdapat pada zaman digital ini.
- Cetin, 2016; Salah satu cara untuk mendongkrak proses berpikir komputasi adalah dengan menggunakan kode pemprograman. Menurut Cetin, Computational Thinking (CT) dapat meningkat dengan pemprograman melalui aplikasi Scratch (Insyaa Allah akan kita bahas di forum berikutnya).
- Valerie J. Shute, 2017; Berpikir komputasi kerapkali berhubungan dengan berhitung serta pemprograman. Walaupun kita tidak dapat menyamakannya dengan pemprograman. Karena topik materi berpikir secara komputasional memiliki cakupan yang luas.
- Dagiene, Sentance, dan Stupuriene, 2017; Computational Thinking (CT), adalah salah satu keterampilan berpikir yang wajib dimiliki oleh seseorang, karena sangat penting dalam memecahkan masalah.
- Mufidah (2018); Computational Thinking (CT), adalah bagian dari keterampilan pemecahan masalah, menekankan penggunaan logika. Meskipun menekankan pada penggunaan logika. Berpikir komputasional berbeda dengan berpikir kritis. Karena ciri-ciri berpikir kritis dimulai dengan menganalisis data yang relevan dan bukti logis yang digunakan dalam proses pemecahan masalah.
- Magisrahayu (2019) Berpikir komputasional menggambarkan keterampilan berpikir yang memecahkan masalah secara merata, logis, dan teratur. Ada juga aplikasi Computational Thinking (CT), yang tidak hanya dapat memecahkan masalah yang berkaitan dengan ilmu komputer. Tetapi juga memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, realisasi berpikir komputasi dapat dikatakan memiliki cakupan bidang realisasi yang sangat luas. Metode penerapan berpikir seperti komputer adalah dengan menguasai masalah, mengumpulkan semua informasi yang terkandung dalam masalah. Selanjutnya menemukan solusi yang cocok terkait dengan masalah yang diangkat. Oleh karena itu, penerapan pembelajaran dengan berpikir komputasional bisa menghasilkan pelajaran menjadi lebih brilian dan meningkatkan pemahaman mereka lebih cepat dalam menggunakan teknologi.
Computational Thinking (CT) adalah seperangkat keterampilan berpikir yang perlu dipahami setiap orang ketika merumuskan dan memecahkan masalah dalam solusi yang inovatif dan efisien menggunakan metode komputasi. Berpikir komputasional menekankan pada aspek kreatifitas tentang pengolahan masalah/data dan merumuskan ke dalam konteks berpikir yang membutuhkan pengembangan dari proses berpikir itu sendiri. Namun, dalam penerapan pemikiran komputasional tidak secara langsung berhubungan dengan kegunaan komputer.
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
Ini materi sekolah penggerak.
Materi lanjutannya ya Min, kita tunggu