Oktober 10, 2026
Kelak suatu saat nanti, kamu akan membahas tentang aku, tentang tulisanku, ucapan-ucapanku. Di mana pada saat itu yang tersisa hanyalah kenangan-kenangan yang memberitahukanmu bahwa aku benar-benar telah pergi”.
Ya… Akan tiba saatnya nanti, semua teman-temanmu akan melihat akunmu offline.

Kelak suatu saat nanti, kamu akan membahas tentang aku, tentang tulisanku, ucapan-ucapanku. Di mana pada saat itu yang tersisa hanyalah kenangan-kenangan yang memberitahukanmu bahwa aku benar-benar telah pergi”.

Ya.. Akan tiba saatnya nanti, semua temanmu akan melihat akunmu offline.

Mereka menyapamu di Messenger, tapi kaupun tak mampu membalasnya. Mereka mengirim pesan lewat WhatsApp, DM, email tapi kamu tak menjawabnya. Pada hari itu, postinganmu tiba-tiba saja terhenti, tidak lagi update.

Kenapa?! Karena saat itu kamu telah pergi meninggalkan dunia ini.

Ya, Kau tidak akan pernah online lagi, tak mampu retwit, like, ataupun berkomentar pada postingan teman-temanmu. Kau tak lagi bisa mengedit statusmu atau postinganmu, atau sekedar meminta maaf kepada orang yang pernah kau fitnah dengan tulisan-tulisanmu, meme yang kamu buat, komentarmu yang menghakimi dengan keji. Semua sudah terlambat.

Ya, kau tak lagi bersama mereka.

Pada hari itu, kau terbujur sendirian di liang kubur sempit terhimpit, sendirian hadapi ujian. Dan ketika kau telah pergi, yang tertinggal di akunmu hanyalah rangkaian huruf-huruf, mungkin juga postingan video tiktok dan foto-fotomu yang tak senonoh. Semua itu akan menjadi pembelamu atau malah akan memberatkan & membinasakanmu kelak di hari pengadilan.

Maka, tulislah yang baik-baik, walaupun kita belum baik. Setidaknya kita terselamatkan dari dosa menulis yang buruk. Tulislah yang baik-baik, bukan karena kita orang baik. Tapi berusaha menjadi baik. Tulislah tentang kebenaran saja, meski kita tahu perkara kebenaran itu kadang menyakitkan dan acapkali terasa pahit.

Dan bila kita berikan yang benar, yang baik, maka perkara kebenaran dan kebaikan itu akan kembali kepada kita. Kelak ia bersaksi untuk kita. Aamiin

Tulislah tentang kebenaran dan kebaikan saja, karena tentu kita semua berkehendak kebenaran dan kebaikan itu yang tertinggal, bila kita telah pergi. Bicaralah tentang kebenaran dan kebaikan saja.

Kebaikan adalah kebenaran, kebenaran niscaya kebaikan. Maka teriakkan kebenaran itu meskipun pahit. Krn itu adalah kebaikan. Ingin baik?! Maka berlaku benarlah; membenarkan kebenaran, menenggelamkan kesalahan.

Ingin Indonesia baik?!

Pemimpin baik?!

Wakil rakyat baik?!

Aparat baik?!

Maka berjalanlah Indonesia pada haluannya.

Jika menyimpang?!

Luruskan dengan tanganmu!

Bila tak mampu luruskan dengan lisan atau tulisanmu!

Dan bila tak mampu jua?

Maka berdoalah agar kebenaran itu tegak sebenar-benarnya tegak.

Baik!!!

Baiknya kebenaran itu di tegakkan. Tak baik kebenaran itu disembunyikan. Adalah tak baik kebenaran berkoalisi dengan keburukan, itu sifat IBLIS! “Janganlah kau campur-adukkan antara kebenaran dengan kebatilan, dan kau sembunyikan kebenaran itu padahal kau mengetahuinya”. (Q.S. 2 : 42).

Semoga Allah menjaga kita semua, menjaga Indonesia Raya kita, menjaga kedaulatan kita. Dan tegak kebenaran atas kita semua. Aamiin


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca