Oktober 10, 2026

Tetesan Tinta Ida 03525

Gambar ilustrasi

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Indonesia memiliki sejarah kolonialisme yang panjang, dimana sumber daya alamnya dieksploitasi oleh penjajah untuk kepentingan mereka sendiri. Hal ini telah meninggalkan warisan yang sangat kompleks dan mempengaruhi dinamika penguasaan sumber daya alam di Nusantara selama berabad-abad.

Dinamika politik dan ekonomi di Indonesia juga mempengaruhi penguasaan sumber daya alam. Perubahan rezim politik, kebijakan ekonomi, dan kepentingan kelompok tertentu dapat mempengaruhi penguasaan dan pengelolaan sumber daya alam.
Kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya alam dapat memungkinkan terjadinya penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi, sehingga memperburuk kondisi penguasaan sumber daya alam.

Situasi seperti ini dimanfaatkan oleh
kepentingan asing untuk dapat menguasai seluruh sumberdaya alam yang ada  karena dengan penguasaan sumber daya alam di Indonesia. Negara-negara lain dan perusahaan multinasional dapat memiliki kepentingan ekonomi dan politik yang besar dalam penguasaan sumber daya alam Indonesia.

Dengan demikian, Perebutan hegemoni kekuasaan terhadap sumber daya alam di Indonesia merupakan fenomena yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Sahabat Ida Fillah & lillah

Pada  zaman penjajahan, saat Indonesia sulit untuk merdeka, VOC bukan hanya membawa senjata tapi membawa gudang senjata, Ia juga membawa sistem ekonomi yang menaklukan.

Sama dengan Aseng/Asing saat ini bukan hanya melakukan Investasi tapi penguasaan wilayah… yang berujung INVASI.

Mental kacung para pejabat menjadi kunci keberhasilan oligarki menguasai seluruh sendi sendi ekonomi di Republik ini, bisa kita lihat kasus pagar laut yang merupakan kejahatan berat terhadap teritorial NKRI tapi berhenti bak kesunyian yang senyap, ini terjadi karena kasus tersebut melibatkan oligarki yang telah andil besar sebagai sponsor suksesi kepemimpinan tertinggi.

Di tambah dengan masyarakat yang minim pemahaman tentang investasi atau invasi, terlalu polos dan nrimo… bagaimana mau paham karena edukasi dan sosialisasi tidak pernah ada… pembodohan dan pembohonga terstruktur yang mengakibatkan kemiskinan yang berkepanjangan, Kemiskinan ini yang menyebabkan masyarakat fokus pada bagaimana memenuhi kebutuhan primer keluarganya, untuk hal lain masa bodo…

Ini adalah makanan empuk para pengusaha culas… didukung oleh para pejabat licik… yang memanfaatkan situasi & kondisi demi kepentingan pribadi.

Hingga para penjajah yang bertopeng investor BETAH berlama lama di negeri ini…

Siapa yang salah..???

Terlalu banyak orang hebat di negeri ini yang terkubur dalam imaginasi menjadikan mereka takut hidup dalam dunia nyata yang memerlukan sebuah pengorbanan sesuai dengan resiko yang harus dihadapi dan akhirnya mereka menjadi kawanan setan bisu tanpa perlawanan dan tidak berani berbuat apa apa disaat negeri ini di acak acak, di kapling kapling oleh mereka yang seharusnya menjadi budak bagi RAKYAT…

Jebolnya reformasi yang telah memporak-porandakan konstitusi kita,sudah saatnya kita kembalikan Regulasi ataupun konstitusi pada reel yang benar yaitu : KEMBALI PADA UUD 1945
Demi kehidupan berbangsa dan bernegara yang bermartabat sesuai harapan para pendiri bangsa.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Id@ NKusdianti
Sekjend FTA

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca