Firman Allah, Surah al-Hujurat/49: 10
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat”

Oleh : Bams Heri Wibowo, Pimred Semut Ibrahim Mediatama
Bismillahirrahmanirrahim
Mengutip dari tulisan Abdullah Yusuf Ali, Penulis “The Holy Qur’an: Text, Translation and Commentary” yang menghabiskan waktunya sepanjang 40 tahun untuk menyempurnakan karyanya tersebut. Selama itu ia berkelana, rihlah ilmiyah, membuat catatan-catatan, menemui tokoh-tokoh untuk menggali pikiran dan hati mereka guna menyempurnakan karyanya tersebut. Yusuf Ali dalam menafsirkan ayat diatas (al-Hujurat/49:10) menyatakan bahwa pelaksanaan atau perwujudan persaudaraan Muslim (Muslim Brotherhood) adalah ide sosial yang paling besar dalam Islam. Islam tidak dapat direalisasikan sama sekali hingga ide besar ini berhasil diwujudkan.
Dalam al-Hujurat ayat selanjutnya, 11 dan 12, firman Allah memuat tentang Kode Etik Umat Islam, di antaranya adalah bahwa umat Islam tidak boleh saling melecehkan dan menghina, karena boleh jadi yang dilecehkan itu lebih baik dari yang melecehkan. Sesama mukmin juga tidak boleh saling berprasangka buruk dan meng-ghibah.
Mengapa Persatuan Umat Islam Harus Diteguhkan?
Adalah agar tidak terjadi fitnah dan kekacauan di tengah umat sehingga menjadi lemah. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah:
“Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar,” (al-Anfal: 73).
Dalam Islam, persaudaraan sesama Muslim sangat penting. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk saling mendamaikan jika terjadi perselisihan atau pertengkaran.
Surah Al-Hujurat ayat 9 dan 10 menjelaskan tentang pentingnya mendamaikan dan menghindari permusuhan.
“Dan apabila ada dua golongan orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat zalim terhadap (golongan) yang lain, maka perangilah (golongan) yang berbuat zalim itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan berlakulah adil. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Hujurat/49: 9)
“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. Maka itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat,” (QS. Al Hujarat/49: 10).
Dalam Haditsnya, Nabi Muhammad SAW. menegaskan;
Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah bersabda : “Janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling marah dan saling memutuskan hubungan. Dan janganlah kalian menjual sesuatu yang telah dijual kepada orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya.
Taqwa itu disini (seraya menunjuk dadanya sebanyak tiga kali). Cukuplah seorang muslim dikatakan buruk jika dia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim yang lain; haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya”. (HR. Muslim)
Rasulullah Saw bersabda: “Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang amal yang lebih utama daripada derajat puasa, sholat dan sedekah? Para sahabat berkata: Tentu saja. Rasulullah bersabda, yaitu mendamaikan antara dua golongan, karena sesungguhnya rusaknya perhubungan antara dua golongan itu ialah perkara yang bisa memutus agama,” (HR. Turmudzi).
Apa yang harus dilakukan ketika sesama Muslim bersengketa?
1. Damaikan dengan Adil:
Jika terjadi perselisihan antara dua atau lebih kelompok Muslim, maka hendaknya dicari jalan damai dan adil sesuai dengan hukum Allah.
2. Hindari Namimah (mengadu domba):
Tidak boleh menyebutkan (menyampaikan) perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan mereka.
3. Memaafkan:
Saling memaafkan kesalahan adalah tindakan yang dianjurkan dalam Islam dan akan mendapatkan pahala di akhirat nanti.
4. Berpikir Positif:
Hindari prasangka buruk terhadap orang lain dan berusahalah untuk melihat sisi baiknya.
5. Musyawarah:
Musyawarah yang baik dan sehat dapat membantu mencari solusi dari sengketa yang terjadi.
6. Mencari Penengah:
Jika masalah belum juga bisa diselesaikan sendiri, hendaknya meminta bantuan pihak ketiga yang bisa menjadi penengah dan membantu mediasi.
Mendamaikan orang yang bersengketa bukan hanya kewajiban, tetapi juga merupakan tindakan yang sangat dianjurkan dan akan memberikan pahala yang besar di sisi Allah.
Semoga Allah senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan kita semua. Aamiin….
Mohon maaf atas segala hilaf dan keterbatasan pengetahuan penulis, mohon tambahkan atas segala kurangnya, periksa atas segala salahnya, dan mari perkuat UKHUWAH ISLAMIYAH.
Hadza Wallahu yar’ana wa yakhfadhna walhamdulillahi robil ‘alamiin
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.